VISI.NEWS – Penundaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kab. Bandung yang sedianya akan dilakukan hari ini, Selasa (5/1/2021), dimaksudkan untuk memberikan ruang munculnya kandidat potensial. Penundaan Musda ini dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
“Kita berfikir positif saja, penundaan ini pastinya bisa memberikan ruang munculnya kader-kader potensial. Terlebih, suprastruktur Golkar sendiri berharap Kab. Bandung sebagai gudangnya kader, bisa mempertahankan tradisi sebagai partai yang unggul,” ungkap Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Jawa Barat Asep Suparman kepada VISI.NEWS, Selasa (5/1/2021).
Asep mengungkapkan, kader Golkar Kabupaten Bandung banyak yang menjadi tokoh politik di partai-partai lain. Ini menunjukkan bahwa kader-kader Golkar tak sedikit yang punya kapasitas dan kapabilitas sebagai politisi yang unggul.
“Kita harus memberi kesempatan lahirnya kader potensial untuk duduk dalam posisi strategis di DPD Partai Golkar Kab. Bandung, menyatukannya, untuk menjadikan sebuah kekuatan yang luar biasa. Ini penting. Maka, Musda ini sangat strategis untuk keunggulan Partai Golkar Kab. Bandung di masa yang akan datang,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Asep, Golkar satu-satunya partai yang sistem pengkaderannya berjalan terus menerus dan simultan. Lahirnya kader-kader ini harus diakomodir agar mereka tidak pindah atau diambil oleh parpol lain. “Sangat rugi bagi Golkar yang banyak mencetak kader, setelah matang diambil oleh partai lain,” tandasnya.
Meski demikian, tukas Asep, Golkar tetap memberi ruang untuk pimpinan sebelumnya untuk memimpin kembali Partai Golkar. “Tidak ada dikotomi itu, semuanya nanti diberi ruang yang sama untuk memajukan Partai Golkar Kab. Bandung. Justru kekuatan Golkar Kab. Bandung itu manakala semua kader bisa dipersatukan dan tidak terpecah-pecah,” tandas Asep.@mpa