Search
Close this search box.

BGN Ungkap Capaian Program MBG per 19 Januari 2026

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana./visi.news/akurat.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau puluhan juta masyarakat sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai 19.188 unit dengan total penerima manfaat sebanyak 55,1 juta orang.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan capaian tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (20/1/2026). Ia menyebutkan, realisasi Program MBG pada 2025 ditutup dengan capaian yang melampaui target awal.

“Pada tanggal 31 Desember 2025 kita tutup dengan jumlah SPPG 19.188 dan melayani 55,1 juta penerima manfaat,” kata Dadan dikutip dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Ia mengatakan implementasi tersebut terwujud berkat dana bantuan pemerintah yang terserap untuk MBG senilai Rp55,2 triliun, melebihi target yang seharusnya Rp52,2 triliun.

“Dana bantuan pemerintah yang terserap untuk makan bergizi Rp55,2 triliun melebihi target yang harusnya Rp52,2 triliun karena Badan Gizi mendapatkan anggaran biaya tambahan dari Kementerian Keuangan dan total porsi yang kita olah selama satu tahun kurang lebih 3,7 miliar porsi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa per 19 Januari 2026 tercatat telah berdiri 21.102 SPPG dan menjangkau 58,3 juta penerima manfaat Program MBG dengan dana operasional harian mencapai Rp855 miliar.

“Dan realisasi anggaran sampai hari ini itu sudah mendekati Rp18 triliun. Jadi Rp17,398 triliun itu per 16 Januari 2026. Per pagi ini sudah mendekati Rp18 triliun,” kata Dadan.

Dari anggaran MBG, lanjutnya, sebanyak 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku pangan, 20 persen membiayai operasional termasuk menggaji relawan, dan 10 persen untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung dalam Program MBG.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Senin 13 April 2026

Program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 dengan diawali 190 SPPG di 26 provinsi di Indonesia. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :