Search
Close this search box.

Bitcoin Tembus US$89.000 Usai Dolar AS Terpuruk karena Pernyataan Trump

Bitcoin./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Harga Bitcoin melonjak menembus level US$89.000 pada perdagangan Selasa (28/1/2026) waktu setempat, seiring pelemahan tajam dolar Amerika Serikat setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump. Pernyataan tersebut membuat pasar global kembali berburu aset lindung nilai, termasuk kripto dan emas.

Bitcoin sempat bergerak lesu di bawah level US$88.000 sepanjang sesi perdagangan, sebelum akhirnya menguat ke kisaran US$89.300. Secara harian, harga aset kripto terbesar di dunia itu naik sekitar 2,2 persen dalam 24 jam terakhir, mencerminkan respons cepat pasar terhadap dinamika makroekonomi global.

Pelemahan dolar AS dipicu komentar Presiden Trump yang menyatakan dirinya tidak khawatir terhadap penurunan nilai mata uang negaranya. Berbicara kepada wartawan menjelang pidato terjadwal di Iowa, Trump mengatakan dolar “baik-baik saja”, meskipun nilainya terus tertekan dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan tersebut justru mendorong aksi jual lanjutan pada dolar AS. Indeks dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, anjlok ke level 95,80. Angka ini menjadi posisi terendah dolar dalam hampir empat tahun terakhir.

Selain Bitcoin, pasar kripto secara umum juga bergerak positif. Ethereum (ETH) berhasil kembali menembus level psikologis US$3.000 dan menguat sekitar 3,9 persen. Kenaikan ini menandakan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko di tengah melemahnya dolar.

Emas juga kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Setelah sempat tertahan pasca reli spektakuler di atas US$5.000 per ons, logam mulia tersebut melanjutkan kenaikan dan mencapai level US$5.215 per ons, atau naik sekitar 1,8 persen dalam satu sesi perdagangan.

Analis menilai kombinasi dolar yang melemah, ketidakpastian kebijakan ekonomi AS, serta pernyataan Trump yang cenderung meremehkan tekanan pasar menjadi katalis kuat bagi aset lindung nilai. Bitcoin dan emas dinilai kembali memainkan peran penting sebagai alternatif penyimpan nilai.

Baca Juga :  Penemuan Kerangka Manusia di Dayeuhkolot Gegerkan Warga

Dari sisi teknikal, sejumlah analis melihat sinyal positif pada pergerakan harga Bitcoin. Layanan riset Bitcoin Vector dari Swissblock, yang dipimpin analis ternama Willy Woo, mencatat adanya bullish divergence antara harga Bitcoin dan indikator momentum RSI.

“Kami kemungkinan berada pada fase awal pembalikan tren bullish yang besar,” tulis Bitcoin Vector. Berdasarkan pola historis, kondisi serupa kerap diikuti kenaikan sekitar 10 persen, yang membuka peluang Bitcoin kembali menguji level US$95.000 dalam waktu dekat.

Meski volatilitas jangka pendek masih membayangi pasar kripto, pelemahan dolar AS dan optimisme teknikal membuat pelaku pasar semakin yakin bahwa Bitcoin berpotensi melanjutkan penguatan dalam beberapa pekan ke depan.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :