Search
Close this search box.

Hodak Kecewa! Persib Buang Kemenangan di Depan Mata

Pelatih Persib, Bojan Hodak dalam keterangan pers usai laga pertandingan Persib vs Persija di Stadion GBLA, Minggu (11/1/2026)./visi.news/Persib.co.id.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANTEN – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya hanya bermain imbang 2-2 melawan Dewa United pada pekan ke-28 Super League 2025–2026. Laga yang berlangsung di Stadion Internasional Banten, Senin (20/4/2026), menyisakan penyesalan mendalam bagi kubu Maung Bandung.

Dalam pertandingan tersebut, Persib harus bekerja keras setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Gol pembuka dicetak Alex Martins Ferreira pada menit ke-24, disusul gol kedua dari Ricky Kambuaya pada menit ke-61 yang membuat posisi Persib semakin tertekan.

Namun Persib menunjukkan karakter dengan bangkit di paruh akhir laga. Thom Haye memperkecil ketertinggalan lewat eksekusi penalti pada menit ke-77. Momentum itu berlanjut ketika Andrew Jung mencetak gol penyama melalui sundulan pada menit ke-86.

Meski berhasil menyelamatkan satu poin, Hodak menilai hasil tersebut tetap mengecewakan. Ia menegaskan timnya seharusnya mampu meraih kemenangan jika bermain lebih disiplin dan minim kesalahan.

“Pertandingan yang menarik, banyak gol, peluang, dan kejadian penting. Dari sisi menyerang, kami tidak terlalu buruk karena bisa mengejar ketertinggalan. Tapi seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol,” ujar Hodak usai pertandingan.

Pelatih asal Kroasia itu secara khusus menyoroti kesalahan mendasar yang dilakukan anak asuhnya, terutama pada proses terjadinya gol pertama. Ia menilai pemain kehilangan fokus dan terlalu cepat berhenti bermain.

“Gol pertama seperti anak-anak. Kami berhenti bermain karena mengira bola sudah keluar. Itu kesalahan yang tidak boleh terjadi di level ini,” tegasnya.

Selain itu, Hodak juga mengkritik gol kedua yang dinilainya terjadi akibat kesalahan individu pemain. Menurutnya, detail kecil seperti ini menjadi pembeda dalam pertandingan ketat.

“Kami membuat beberapa kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. Gol kedua juga datang dari kesalahan individu. Hal-hal seperti ini sangat merugikan tim,” tambahnya.

Baca Juga :  Iran–AS Negosiasi Sengit, Ancaman Gagal Damai Mengintai

Hasil imbang ini membuat Persib harus puas membawa pulang satu poin, meski sempat berada dalam posisi sulit. Di sisi lain, Dewa United gagal mempertahankan keunggulan dua gol yang sudah mereka raih.

Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan penuh tensi. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan menyerang yang terbuka, sehingga menciptakan banyak peluang sepanjang laga.

Namun bagi Persib, hasil ini menjadi catatan penting dalam upaya mereka bersaing di papan atas klasemen. Inkonsistensi dan kesalahan elementer masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Kebangkitan di akhir laga memang menunjukkan mentalitas kuat, tetapi Hodak menegaskan bahwa timnya tidak boleh terus-menerus bergantung pada comeback dramatis.

Ia berharap para pemain bisa belajar dari kesalahan tersebut dan tampil lebih fokus sejak menit awal pada pertandingan berikutnya.

Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap poin menjadi sangat berharga. Persib dituntut tampil lebih solid jika ingin tetap berada dalam jalur perebutan gelar musim ini.

Hasil ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola modern, satu momen lengah bisa berujung fatal—dan Persib merasakannya secara langsung di laga ini.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :