VISI.NEWS | BANDUNG – Cuaca di Bandung pada Selasa, 21 April, kembali menunjukkan pola ekstrem yang patut diwaspadai. Siang hari diprediksi akan terasa panas menyengat dengan suhu mencapai 29 derajat Celsius, namun di saat yang sama hujan singkat berintensitas cukup tinggi siap mengguyur hampir sepanjang hari.
Berdasarkan data prakiraan, suhu siang mencapai 29°C dengan RealFeel menyentuh 34°C. Artinya, sensasi panas yang dirasakan tubuh jauh lebih tinggi dari suhu sebenarnya. Kondisi ini diperparah dengan indeks UV yang mencapai level 6 atau kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Tak hanya panas, ancaman hujan juga sangat tinggi. Probabilitas presipitasi mencapai 94 persen dengan total curah hujan sekitar 7,6 mm. Hujan diperkirakan turun selama kurang lebih tiga jam, terutama pada rentang siang hingga sore hari.
Langit pun didominasi awan tebal dengan tutupan mencapai 93 persen. Kondisi ini membuat pencahayaan alami berkurang drastis, tercermin dari AccuLumen Brightness Index yang hanya berada di level 2 atau tergolong gelap.
Angin bertiup dari arah utara-timur laut dengan kecepatan rata-rata 7 km/jam, namun sesekali dapat mencapai 22 km/jam. Meski tidak terlalu kencang, kombinasi angin dan hujan berpotensi menambah rasa tidak nyaman di luar ruangan.
Memasuki pagi hari, suhu berada di kisaran 19–25°C dengan kondisi umumnya berawan. Hujan ringan mulai berpotensi turun sejak pukul 09.00 WIB, dengan peluang sekitar 50 persen. Kelembapan udara yang mendekati 100 persen membuat udara terasa lebih lembap dan gerah.
Menjelang siang, suhu meningkat cepat hingga 27–29°C. Pada fase ini, hujan singkat mulai turun secara sporadis. Meski tidak berlangsung lama, intensitasnya cukup untuk mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan.
Pada pukul 11.00 WIB, indeks UV mencapai titik tertinggi di angka 5,5 hingga 6.0. Ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk membatasi paparan sinar matahari langsung, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas kulit.
Memasuki sore hari, hujan kembali berpotensi turun dengan peluang hingga 65 persen. Suhu mulai menurun ke kisaran 26–27°C, namun kondisi tetap lembap dengan langit yang masih didominasi awan tebal.
Menjelang malam, cuaca cenderung lebih stabil. Suhu turun ke angka 23–24°C dengan kondisi berawan. Peluang hujan menurun signifikan menjadi sekitar 20 persen, meski kelembapan tetap tinggi hingga 90 persen lebih.
Kualitas udara sepanjang hari juga menjadi sorotan. Dalam banyak periode waktu, kualitas udara berada pada kategori “tidak sehat”. Hal ini berpotensi berdampak pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Jarak pandang relatif aman di angka 8 kilometer, namun tetap bisa menurun saat hujan turun. Ketinggian awan tercatat sekitar 9.100 meter, menandakan dominasi awan tinggi yang berkontribusi pada cuaca mendung sepanjang hari.
Durasi siang hari berlangsung selama 11 jam 55 menit, dengan matahari terbit pukul 05.51 WIB dan terbenam pukul 17.46 WIB. Sementara itu, bulan terbit pukul 09.28 WIB dan terbenam pukul 21.29 WIB.
Jika dibandingkan dengan rata-rata historis, suhu hari ini sedikit lebih rendah dari rata-rata maksimum 31°C. Namun, tingkat kelembapan dan curah hujan justru lebih tinggi, menciptakan sensasi cuaca yang lebih ekstrem.
Fenomena ini memperlihatkan pola cuaca transisi yang tidak stabil, di mana panas dan hujan bisa terjadi dalam waktu yang berdekatan. Kondisi seperti ini kerap memicu gangguan kesehatan seperti flu, batuk, hingga kelelahan.
Bagi masyarakat, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan pelindung seperti payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar. Selain itu, penggunaan tabir surya juga penting untuk mengurangi dampak paparan UV.
Pengendara juga diimbau lebih berhati-hati, terutama saat hujan turun secara tiba-tiba di siang hari. Jalan licin dan jarak pandang yang menurun dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Di tengah kondisi ini, kewaspadaan menjadi kunci. Cuaca Bandung hari ini bukan sekadar panas atau hujan, melainkan kombinasi keduanya yang datang hampir bersamaan—menguji daya tahan dan kesiapan masyarakat dalam beraktivitas.
@uli