VISI.NEWS | BANDUNG – Harga Bitcoin kembali tertekan tajam pada perdagangan hari ini, Rabu (waktu GMT+7), dengan BTCUSD diperdagangkan di level sekitar 73.213 dolar AS atau turun 3,24 persen. Pelemahan ini menambah daftar koreksi dalam tren penurunan yang semakin dalam sejak awal tahun.
Dalam rentang waktu jangka pendek, tekanan jual terlihat signifikan. Secara harian, Bitcoin melemah sekitar 3,29 persen, sementara dalam sepekan anjlok hingga 17,91 persen. Koreksi lebih dalam terlihat pada periode satu bulan yang mencapai 20,03 persen, mencerminkan memburuknya sentimen pasar kripto.
Secara menengah hingga panjang, performa Bitcoin juga belum menunjukkan pemulihan. Dalam enam bulan terakhir, harga Bitcoin tercatat turun 37,73 persen, sedangkan secara year to date melemah 16,37 persen. Dalam hitungan satu tahun, koreksi mencapai 27,88 persen, meski secara historis Bitcoin masih mencatatkan kenaikan ekstrem dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir.
Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran 1,46 triliun dolar AS, dengan kapitalisasi terdilusi penuh mencapai sekitar 1,54 triliun dolar AS. Volume perdagangan harian tercatat sebesar 65,29 miliar dolar AS, dengan rasio volume terhadap kapitalisasi pasar sebesar 0,0443, menandakan aktivitas transaksi yang masih tinggi di tengah tekanan harga.
Dari sisi fundamental, suplai Bitcoin mendekati batas maksimalnya. Suplai sirkulasi tercatat sekitar 19,98 juta BTC dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Namun, kedekatan terhadap suplai maksimum belum cukup menjadi katalis untuk menahan tekanan jual yang terjadi di pasar.
Tekanan juga meluas ke aset kripto lain. Sejumlah altcoin utama seperti XRP, Dogecoin, Chainlink, dan Stellar ikut terkoreksi. Meski demikian, beberapa koin seperti Bitcoin Cash dan Monero justru mencatatkan penguatan terbatas, menunjukkan rotasi minat investor di tengah volatilitas pasar.
Analisis teknikal menunjukkan Bitcoin masih berada dalam struktur downtrend. Sejumlah analis menilai kenaikan yang terjadi belakangan ini hanya bersifat korektif dan bergerak dalam saluran naik semu. Selama harga gagal menembus area resistensi di kisaran 75 ribu dolar AS, risiko penurunan lanjutan ke area 72 ribu dolar AS hingga 61 ribu dolar AS masih terbuka.
Indikator teknikal juga belum memberikan sinyal pemulihan yang kuat. Ringkasan osilator dan rata-rata pergerakan berada di zona netral hingga penjualan, menandakan pasar masih ragu untuk berbalik arah secara meyakinkan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, tekanan juga tercermin pada produk ETF berbasis Bitcoin yang mayoritas melemah hampir 4 persen. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa sentimen kehati-hatian masih mendominasi pasar. Dengan volatilitas yang tinggi dan tren yang belum berubah, pelaku pasar diimbau tetap waspada terhadap risiko lanjutan meski prospek jangka panjang Bitcoin masih diyakini sebagian investor tetap menjanjikan.
@uli