VISI.NEWS | BALI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 120 titik banjir yang menerjang 7 wilayah administrasi di kabupaten/kota Provinsi Bali.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan titik banjir paling banyak berada di Denpasar, yang mencapai 81 titik.
Sedangkan di Kabupaten Gianyar terdapat 14 titik, Kabupaten Badung 12 titik, Kabupaten Tabanan 8 titik, serta Kabupaten Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik.
“Di Kabupaten Klungkung, banjir berdampak di Kecamatan Dawan,” tutur Abdul Muhari dikutip dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).
Abdul Muhari mengungkapkan bencana tanah longsor akibat banjir sebanyak 12 titik di Kabupaten Karangasem, 5 titik di Kabupaten Gianyar, dan 1 titik di Kabupaten Badung.
Sejauh ini, BNPB terus memantau perkembangan situasi pascabencana hidrometeorologi basah tersebut.
“Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh berbagai pihak di masing-masing wilayah dengan bantuan BPBD Provinsi Bali dan BNPB,” jelasnya.
Sebagai informasi, jumlah korban meninggal di Provinsi Bali mencapai 14 orang pada Kamis (11/9/2025) pukul 11.00 WIB.
Sementara itu, jumlah korban yang masih dalam pencarian sebanyak 2 orang.
Rincian korban meninggal, meliputi 8 jiwa di Kota Denpasar, 2 jiwa di Kabupaten Jembrana, 3 jiwa di Kabupaten Gianyar, dan 1 jiwa di Kabupaten Badung.
“Dan yang masih dalam pencarian sebanyak 2 warga,” tandasnya. @desi












