VISI.NEWS – Bencana longsor yang terjadi di Kampung Kondang Desa Cihanjuang Kec. Cimanggung Kabupaten Sumedang Sabtu (9/1) lalu, menewaskan puluhan orang. Bahkan hingga kini masih menyisakan kesedihan di keluarga korban.
Sampai berita ini diturunkan tercatat 42 korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan team BNPB dan BPBD Bandung beserta relawan kemanuasiaan.
Insiden memilukan tersebut tak luput dari perhatian para driver ojol yang tergabung dalam Baraya Ojek Bandung Selatan (BOBS) untuk ikut berpartisipasi meringankan para korban dengan turun langsung ke TKP.
Pengurus BOBS Ucup Gondrong mengatakan sejumlah wadah kemanusiaan driver ojol seperti Yayasan URC BATIM, Yayasan BOBS peduli dan yang lainnya saling bahu membahu membantu meringankan korban bencana.
“Para driver ojol menggalang donasi bantuan untuk disalurkan langsung kepada korban. Pada Kamis 14 Januari 2021 para driver berangkat menuju tempat kejadian bencana untuk menyerahkan bantuan langsung kepada yang membutuhkan,”kata Ucup.
Hal yang sama diungkapkan Lucky, salah satu koordinator kegiatan donasi dari komunitas online OCC Bandung Timur mengatakan, donasi yang terkumpul adalah berupa obat-obatan, sembako, makanan, pampers dll.
“Kami salurkan langsung kepada para korban yang membutuhkan, meskipun tidak banyak tapi setidaknya kami tidak tinggal diam melihat saudara saudara kami yang sedang tertimpa musibah,” katanya.
Para driver ojol menggalang donasi bantuan untuk disalurkan langsung kepada korban longsor di Kabupaten Sumedang.
Pentolan ojol lainnya Oki dari team URC NGABRET mengatakan, selain mengetuk pintu hati orang lain dalam hal membantu sesama dengan setiap peristiwa dan bencana yang terjadi, tujuan dari kegiatan tersebut.
“Kami juga ingin mengajarkan kepada khususnya anggota komunitas kami dan masyarakat pada umumnya untuk melatih hati mereka agar peka terhadap setiap kejadian kami ingin semua anggota kami menjadi team URC atau Unit Reaksi Cepat yang bergerak cepat dalam menghadapi situasi seperti ini, dengan niat dari hati sendiri bukan karena ajakan atau himbauan orang lain,” jelasnya.
Dijelaskannya, pihaknya ingin anggotanya juga tergerak untuk membantu dalam bentuk apapun semampu mereka bukan hanya diam menyaksikan dan mendengarkan yang terjadi.
“Harapannya agar semua orang bisa saling peduli dan saling merasakan kesulitan orang lain, karna hari ini mungkin orang lain yang terkena musibah tapi tidak ada yang bisa menjamin besok atau lusa giliran kita yang tertimpa musibah,” pungkasnya. @pih