VISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah menguji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung gas 3 kg untuk menggantikan LPG melon. Proyek ini diharapkan selesai pada tahun ini, dengan fokus distribusi tahap pertama di kota-kota besar di Pulau Jawa.
Dalam diskusi energi yang digelar ASPEBINDO di Jakarta, Selasa (5/5/2026), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa distribusi di Pulau Jawa akan lebih dulu dilakukan untuk mempermudah pengawasan. Jika uji coba lancar, distribusi CNG akan dilakukan secara bertahap ke seluruh wilayah Indonesia.
“Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa. Roadmap-nya adalah tentu kita ada karena ini belum diumumkan oleh Pak Menteri, tapi intinya ke depan kita akan mereduksi LPG kita, kita gantikan dengan CNG,” jelas Laode dalam keterangannya dikutip, Kamis (7/5/2026).
Laode menambahkan, penggantian LPG dengan CNG berpotensi menghemat anggaran subsidi hingga 30 persen, karena sumber gas untuk CNG berasal dari dalam negeri, bukan impor.
“Dengan konten yang sama, dengan harga yang sama dengan LPG 3 kilogram kita bisa menghemat 30 persen subsidi-nya lebih rendah daripada subsidi LPG, nah ini memang masih bisa disimulasikan lagi nanti ya, tapi hitung-hitungan awal seperti itu,” ujarnya.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga menekankan bahwa harga CNG harus lebih murah atau setidaknya setara dengan harga LPG.
“Ada peluang bisa juga lebih rendah (lebih murah dari harga LPG), tergantung simulasinya,” imbuh Laode.
Laode menegaskan bahwa kebijakan ini belum final, dan pengumuman lebih lanjut akan dilakukan setelah hasil uji coba selesai. “Nanti pada waktunya Pak Menteri akan mengumumkan yang sudah lebih fix lagi. Kira-kira roadmap-nya, tahapannya seperti apa. Sekarang belum bisa kita sampaikan,” pungkasnya. @desi