Bupati Akui Bingung Terkait Aturan Mudik Lokal

Jangan Lupa Bagikan

Bupati Garut, Rudy Gunawan./visi.news/zaahwan aries.

VISI.NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut hingga saat ini masih belum bisa memastikan apakah akan memperbolehkan mudik lokal atau tidak? Kabupaten Garut sendiri saat ini masuk sebagai zona kuning Covid-19.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, belum ada kepastian apakah Pemkab Garut memperbolehkan mudik lokal atau tidak.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan pemerintah pusat dan provinsi terkait hal itu.

“Saya juga belum mengetahui secara pasti seperti apa penjelasan tentang mudik lokal ini, termasuk juga aturannya,” kata Rudy, Jumat (15/5).

Makanya, jelas Bupati, untuk Garut kita menunggu dulu kebijakan pusat dan provinsinya seperti apa?

Terlebih dahulu, tutur Rudy, pihaknya masih harus mencari kejelasan apakah mudik yang dilakukan antar kota di provinsi diperbolehkan atau tidak.

“Misalnya, dari Tasik atau dari Bandung mau mudik ke Garut, apakah boleh atau tidak,”tambahnya.

Namun, kalau dilihat dari istilah mudik lokal, Rudy menilai warga dari satu daerah yang ingin mudik ke daerah yang lainnya yang berada di provinsi, kemungkinan masih diperbolehkan.

“Kalau untuk mudik dari satu wilayah ke wilayah lainnya di dalam satu kabupaten, sudah dapat dipastikan tidak ada larangan,” jelasnya.

Dikatakannya, hingga saat ini belum ada aturan pelarangan untuk mudik dari satu daerah ke daerah lain di kabupaten yang sama.

Rudy berharap, secepatnya ada aturan yang menyangkut masalah mudik lokal ini. Kalau sudah ada aturan yang jelas, pihaknya tentu sudah bisa bertindak soal izin mudik lokal terutama bagimasyarakat umum.

Sedangkan bagi aparatur sipil negara (ASN), Rudy menegaskan izin mudik lokal saat ini belum berlaku. Pihaknya pun masih menunggu aturan dari Kemenpan RB.

Jika dari Kemenpan RB kemudian turun aturan yang melarang ASN untuk mudik lokal, maka hal itu sudah pasti akan cukup mudah diterapkan.

Namun, tambahnya, kalau larangan yang sama juga berlaku untuk masyarakat umum, maka hal itu akan sulit dilaksanakan.

“Kalau untuk ASN pasti bisa dikeluarkan larangan. Namun untuk masyarakat umum, paling kami bisa mengeluarkan imbauan,” imbuhnya.

Terkait status, Rudy menjelaskan bahwa Garut saat ini masuk dalam zona kuning. Hal ini karena dalam dua pekan lebih di Garut tidak terjadi kasus positif Covid-19 dan kondisi pasien positif pun sudah mulai membaik.

Selain itu Rudy juga menambahkan, saat ini di Garut jumlah ODP (orang dalam pengawasan) pun sudah berkurang.

Ia berharap ini sebagai pertanda bahwa kasus Covid-19 di Garut akan terus berkurang bahkan berakhir. @zar

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KPU Didesak Tidak Ragu Tetapkan Penundaan Pilkada Serentak 2020

Ming Mei 17 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) didesak memberikan sikap tegas mengenai kapan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 yang ditunda akibat Covid-19. KPU memutuskan kapan siap untuk menggelar Pilkada. Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jerry Sumampouw menilai, Peraturan KPU yang dibuat sebagai turunan Perppu No.2 Tahun 2020 tidak memberikan kepastian […]