VISI.NEWS | BANDUNG – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna S.Ip., M.Si. meresmikan pembangunan jalan-jalan di Kecamatan Paseh, yang dipusatkan di Desa Cipedes, pada, Senin (29/8/2022).
Jalan-jalan yang akan dibangun di kecamatan tersebut seluruhnya sepanjang 43 Km, dengan anggaran sebesar Rp. 43 miliar. Namun yang diresmikan bupati baru 15 kilometer, sisanya 27 kilometer masih dalam proses pembangunan.
“Jalan yang dibangun ini untuk memudahkan masyarakat, karena sebelumnya belum pernah ada pembangunan jalan di wilayah yang sekarang dibangun. Totalnya ada tujuh titik,” uyar bupati.
Menurutnya, ke tujuh titik tersebut, satu diantaranya di lokasi yang diresmikan bupatii di Kp. Karangtunggal, Desa Cipedes. Sedangkan yang lainnya, diantraanya jalan
Cipaku-Loa, Derawati-Loa, Sukamanah-Limusmanggung, Loa- Patrol, Cigentur-Cipedes, Tangsimekar-Cipedes termasuk Cipedes Karangtunggal.
“Jadi kalau kepala desa hanya menganggarkan 4,2 Milyar pertahun itu akan memakan waktu dan cutup alot untuk percepatan pembangunan jalan kabupaten. Maka dari itu saya mengingatkan kembali kepada Dinas PUPR sebagai skala prioritas pembangunan jalan di Kabupaten Bandung ini harus selesai di tahun 2024,” ujar Bupati Dadang Supriatna.
Untuk mencapai target pembangunan jalan tersebut, Bupati Bandung berharap. Ada kerjasama dari berbagai elemen masyarakat, para tokoh agama dan pada kepala desa
Dijelaskannya, dari 43 km jalan yang akan dibangun di kecamatan tersebut, sudah terealisasi sekitar 15 kilometer, kurangnya 27 kilometer lagi akan kita upayakan. “Kalau satu kecamatan butuh Rp 43 miliar, maka untuk 31 kecamatan di Kabupaten Bandung akan membutuhkan dana sekira Rp. 1,5 triliun,” kata bupati.
Program modal bergulir
Selain program pembangunan Jalan, dalam kunjungan ke Kecamatan Paseh, bupati juga menyampaikan program pinjaman modal bergulir tanpa bunga juga sudah berjalan.
“Program ini kita jalankan karena merajalelanya Bank Emok di Kabupaten Bandung, maka dari itu kita membuat program untuk pinjaman modal bergulir tanpa anggunan yang dikonsentrasikan di masing masing RW,” jelasnya.
Total nya RW di Kabupaten Bandung, kata bupati sebanyak 4.260 RW. “Berarti kita anggarkan Rp. 260 miliar tetapi bertahap. Ke depan kita anggarkan lagi Rp. 30 miliar. Artinya kalau Rp. 30 miliar diluncurkan, bisa menekan angka pengangguran sekitar 15.000-an orang, ” tutupnya.@gustav