Bupati Bandung Terpilih Siap Bangun Rumah Sakit di 6 Titik

Editor :
Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Persatuan Indonesia, Tia Fitriani, di Desa Maruyung, Kec Pacet, Kab Bandung, Jumat (5/3/2021)./visi.news/budimantara

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Bupati Bandung terpilih HM.Dadang Supriatna menyatakan akan membangun rumah sakit umum daerah (RSUD) di enam titik. Hal itu disampaikan Bupati Bandung terpilih saat menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasdem Persatuan Indonesia, Tia Fitriani, di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jumat (5/3/2021).

Dadang Supriatna menyebutkan keenam RSUD yang akan dibangun itu antara lain Puskesmas Nambo Banjaran yang akan ditingkatkan untuk menjadi RSUD type D, pembangunan RSUD Kertasari, RSUD Cimaung, dan RSUD Ciwidey.

Sementara untuk Puskesmas Kopo Bihbul akan ditingkatkan sebagai RSUD type C dan pembangunan RSUD type C di Desa Tegalluar Bojongsoang.

“Untuk pembangunan RSUD Kertasari, Cimaung dan Ciwidey itu lahannya sudah siap. Sementara untuk yang Puskesmas Bihbul daripada lahan dan bangunannya terbengkalai kita akan bangun Rumah Sakit type C karena lokasinya berada di wilayah perkotaan. Sama seperti pembangunan RSUD Bojongsoang akan type C karena berbatasan dengan Kota Bandung,” kata Dadang.

Ditanya soal RSUD mana yang diprioritaskan untuk dibangun, Dadang mengatakan keenam RSUD tersebut akan menjadi prioritas.

“Semuanya akan jadi prioritas karena kita akan bangun serentak. Kita akan siapkan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED)-nya, dan ditargetkan tahun 2022 sudah bisa dibangun fisiknya secara serentak,” kata Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKS, Maulana Fahmi menyatakan,” salah satu “PR” Pemkab Bandung ke depan yaitu belum berhasil terwujud Rumah Sakit Kopo Bihbul, yang sejak 2017 mangkrak.

“Tanahnya sudah siap sebenarnya. Sekarang malah jadi lahan parkir truk-truk dan banyak sampah. Perjanjian kerja dengan pihak ketiga sudah ditandatangani, skema kerjasama bagi hasilnya sudah dibuat. Tapi proses pembangunan yang seharusnya 2020 selesai dan diresmikan, kenyataannya nol persen, tidak terwujud,” ungkap Fahmi.

Menurutnya saat itu Pemkab Bandung sudah menjalin kesepakatan dengan pihak ketiga dalam membangun Rumah Sakit Bihbul. Tapi hingga batas waktunya habis, ternyata kesepakatan yang sudah tercantum dalam MoU tidak dijalankan. @bud

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Reses Anggota Dewan untuk Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Jum Mar 5 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Tugas utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ada tiga, yaitu budgeting, membuat perda, dan pengawasan. Di luar tiga hal tersebut, DPRD memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui reses. Hal tersebut diungkapkan Ali Rasyid, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V di depan para santri, guru ngaji, LSM, dan pengurus […]