Cegah Banjir di Desa Sukasenang, Pemkab Garut Bangun TPT

Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan meninjau pelaksanaan pembangunan TPT./visi.news/zaahwan aries
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Warga Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini boleh berlega hati. Bagaimana tidak, mereka tak perlu cemas perkampungannya akan dilanda banjir seperti yang sudah terjadi.

Rasa lega yang dirasakan warga seiring dengan dilaksanakannya pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di sepanjang aliran Sungai Cirajut. Selama ini, telah beberapa kali air dari sungai yang membelah permukiman warga itu meluap dan membawa lumpur, menyebabkan puluhan rumah terendam.

“Alhamdulillah, setelah cukup lama kami mengharapkan ada pembangunan TPT, akhirnya kini direalisasi juga. Pembangunan TPT ini sangat penting untuk mencegah terjadinya luapan air yang menimbulkan banjir melanda pemukiman, ” komentar Abdul Haris (52), tokoh warga Kampung Babakansalam, Desa Sukasenang, Minggu (9/8).

Diakui Haris, mengingat manfaatnya yang sangat besar, pembangunan TPT di daerah tersebut disambut baik oleh warga. Jika TPT tak dibangun, setiap kali turun hujan deras, dipastikan puluhan rumah akan terendam air, banjir.

Ungkapan senada dilontarkan tokoh warga lainnya, Aceng Hilman. Diungkapkannya, atas nama warga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah membangun TPT di aliran Sungai Cirajut.

“Ini dhirapkan bisa mencegah terulangnya kejadian banjir akibat luapan Sungai Cirajut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan, mengtakan untuk membangun TPT di daerahnya, Pemkab Garut melalui Dunas PUPR telah mengalolasikan anggaran sebesar Rp 570 juta.

“Tujuan pembangunan TPT tak lain untuk membebaskan penduduk kampung dari bencana banjir akibat luapan Sungai Cirajut yang selama ini sering terjadi,” ungkapnya.

Disebutkan, setiap kali musim hujan, ratusan rumah menjadi langganan banjir. Terutama di sejumlah kampung, seperti yang paling parah berada di wilayah Kampung Babakansalam.

Iwan menyampaikan, terakhir kejadian banjir terparah yakni pada tahun 2018. Saat itu, hujan deras mengguyur wilayah Garut secara terus-menerus sehingga menyebabkan Sungai Ciojar dan Cirajut meluap.

“Luapan air dari Sungai Ciojar dan Cirajut menggenangi jalan dan rumah-rumah warga. Akibatnya barang milik warga hanyut dan terbawa arus bahkan ada pula yang rusak,” kata Iwan di sela kegiatan peninjauan pembangunan TPT di kawasan Kampung Babakansalam, Minggu (9/8).

Diungkapkan, anggaran sebesar Rp 570 juta yang dikucurkan Pemkab Garut melalui Dinas PUPR itu digunakan untuk membangun TPT sepanjang 500 meter dengan ketinggian 2 meter.

“Insyaallah, setelah dibangun TPT ini, air dari Sungai Cirajut tidak akan lagi masuk ke pemukiman warga. Juga atas nama pemerintahan desa serta warga Sukasenang, saya sampaikan terima kasih perhatian yang ditunjukkan Pemkab Garut melalui Dinas PUPR,” ucap Iwan.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Desa Tanjungkerta Kembangkan Ekonomi Kreatif

Sen Agu 10 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Setelah kawasan Jalan Raya Nanggewer yang akan disulap menjadi jalur “car free day” (CFD), kini menyusul Lapangan Jamilega di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang akan dibenahi. Ini artinya di wilayah Kecamatan Pagerageung dalam waktu singkat sudah tersedia sarana publik yang selain berfungsi […]