Search
Close this search box.

CPNS 2026, Fresh Graduate Dapat Kesempatan Lebih Besar

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN RB), Rini Widyantini./visi.news/Menteri PAN RB.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Pemerintah memastikan rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026 akan memberikan porsi lebih besar bagi lulusan baru atau fresh graduate. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN RB), Rini Widyantini, mengungkap kebutuhan formasi tengah dihitung secara menyeluruh oleh kementerian, lembaga, dan instansi pemerintahan.

Rini mengatakan, saat ini pemerintah sedang menghitung kebutuhan kementerian/lembaga dan instansi pemerintahan untuk CPNS 2026. Termasuk adanya pergantian pegawai menjadi yang lebih muda.

“Tentunya saya sangat concern terhadap bagaimana regenerasi untuk para ASN dan tentunya para fresh graduate. Kemarin kan kita memang banyak fokus untuk menyelesaikan tenaga honorer,” ungkap Rini, dikutip dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).

Diketahui, pada CPNS 2024, pemerintah memang mendorong pengangkatan tenaga honorer. Misalnya diangkat menjadi pegawai paruh waktu maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Sedangkan, kata Rini, pemerintah akan mulai membuka kesempatan bagi generasi muda fresh graduate untuk ikut seleksi CPNS.

“Ke depannya saya berharap saya bisa fokus kepada para fresh graduate untuk bisa ikut serta menjadi bagian daripada birokrasi,” jelas Rini.

Sebelumnya, Menteri Rini Widyantini mengatakan, acuan hitungan akan menjadi dasar pembukaan seleksi CASN 2026.

Di mana, setelah ada 48 kementerian dan lembaga menyetorkan kebutuhan pegawai. Bukan hitungan biasa, tapi kebutuhan sejalan dengan peta jalan 5 tahun kedepan.

“Tentunya untuk tahun 2026, karena kementeriannya sudah ada 48 kementerian. Nah, saya sudah meminta mereka untuk melakukan analisis kebutuhan sesuai dengan strategi 5 tahun ke depan,” ungkap Rini.

Hitungan kebutuhan tersebut akan menjadi acuan terhadap proses rekrutmen nantinya. Rini bilang, setelah kebutuhan itu dihitung, maka bisa memastikan adanya pengurangan atau penambahan pegawai di setiap unitnya.

Baca Juga :  Menkeu Evaluasi Pegawai Pajak Usai OTT KPK

“Jadi kita supaya bisa lihat apakah nanti akan ada positif growth terhadap jabatan-jabatan tentu. Apakah ada harus minus growth atau memang harus tetap seperti itu. Dan itu tentunya disesuaikan dengan Asta Cita dari Bapak Presiden, program-program Bapak Presiden,” tuturnya.

Dia menegaskan, seluruh kementerian/lembaga, baik yang baru maupun yang telah berjalan untuk bisa menyiapkan kebutuhannya.

“Tentunya saya juga harus menyiapkan secara nasional posturnya seperti apa, gitu. Kita tunggu ya,” tambahnya.

Rini pernah mengatakan, pemerintah daerah belum menyelesaikan penetapan surat keputusan (SK) pegawainya. Hal ini turut berdampak pada penetapan formasi calon pegawai negeri sipil atau CPNS.

Rini mengatakan, saat ini pemerintah masih fokus menyelesaikan SK yang tertunda untuk masa penerimaan 2024. Termasuk SK pegawai paruh waktu maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Ini saya baru menyelesaikan, masih banyak yang belum mendapat SK juga dari instasi pemerintah,” kata Rini. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :