VISI.NEWS | BANDUNG – Pasar kripto akhir pekan ini kembali memanas dengan aksi jual-beli tiga token populer yang bergerak liar di bursa terdesentralisasi Uniswap. Tiga aset tersebut adalah Based Floki (FLOKI/WETH), Shiba Inu (SHIB/ETH), dan Coinbase Mascot (CDPANDA/WETH). Lonjakan harga salah satu token, Floki, justru memicu aksi ambil untung (profit taking) yang kemudian mengalirkan dana ke Shiba dan CDPanda.
Floki menjadi sorotan utama setelah harganya melonjak hingga 61,03% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $0,0002332 dengan volume transaksi $173 ribu. Data Uniswap menunjukkan lebih dari 34 ribu kali transaksi terjadi hanya dalam sehari, menandakan tingginya euforia komunitas. Momentum tersebut dimanfaatkan trader jangka pendek untuk melepas aset dan mengamankan keuntungan.
Sebagian besar keuntungan dari aksi jual Floki dialihkan ke Shiba Inu (SHIB/ETH). Meski token ini sempat terkoreksi -11,25% dalam 24 jam terakhir dan turun ke level $0,088523, SHIB tetap menarik karena mengusung konsep “truly deflationary” sesuai visi pendirinya, Ryoshi. Dengan likuiditas mencapai $554 ribu dan kapitalisasi pasar $5,7 juta, SHIB masih menjadi salah satu aset komunitas terbesar yang dipercaya bisa bangkit kembali.
Token lain yang ikut kecipratan adalah Coinbase Mascot (CDPANDA/WETH). Harga CDPanda saat ini berada di $0,0003062 dengan kapitalisasi pasar $306 ribu. Meski terkoreksi tajam -20,79% dalam 24 jam, arus masuk dari hasil jual Floki membuat token ini tetap ramai diperdagangkan dengan 16 ribu transaksi dalam dua minggu sejak dirilis. CDPanda yang dikaitkan dengan komunitas pengguna Coinbase dinilai masih memiliki daya tarik di kalangan investor ritel.
Analis kripto Asep M. Nurdin menyebut fenomena ini sebagai pola rotasi modal khas pasar meme coin. “Ketika satu aset naik terlalu tinggi, investor akan profit taking. Dana hasil penjualan biasanya berpindah ke token lain yang dianggap masih undervalued, seperti Shiba dan CDPanda,” jelasnya, Minggu (24/8/2025).
Seorang trader ritel asal Bandung, Pay, mengaku strategi itu membuatnya bisa menggandakan modal dalam waktu singkat. “Saya lepas Floki di harga atas, lalu masuk ke Shiba dan CDPanda. Target saya sederhana, ikut cuan ketika komunitas dua token ini dorong harga naik lagi,” katanya.
Fenomena ini mempertegas bahwa pasar kripto, khususnya meme coin, digerakkan lebih banyak oleh kekuatan komunitas dan narasi dibandingkan fundamental teknologi. Floki tumbuh dari popularitas anjing peliharaan Elon Musk, Shiba berdiri dengan semangat desentralisasi, sementara CDPanda hadir dengan klaim sebagai maskot komunitas Coinbase.
Namun, peluang keuntungan besar juga dibarengi risiko kerugian yang tak kalah tinggi. Volatilitas ekstrem bisa menghapus puluhan persen nilai aset hanya dalam hitungan jam. “Investor pemula harus hati-hati. Jangan tergoda hype tanpa manajemen risiko yang matang,” tambah Asep.
Hingga akhir pekan ini, pasar kripto tetap dinamis dengan dominasi aset berbasis meme. Lonjakan Floki, koreksi Shiba, dan nasib fluktuatif CDPanda menjadi bukti nyata bahwa di dunia kripto, komunitas dan euforia bisa lebih menentukan arah harga dibandingkan analisis teknis maupun fundamental.
@uli












