Dampak Pandemi, Peziarah Kubur Sepi, Pendapatan Tukang Parkir Turun Drastis

Salah satu keluarga berziarah di Pemakaman Umum Tenjolaya, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut./visi.news/anang kn
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Di tengah suasana protokol pandemi Covid-19 untuk menjauh dari kerumunan orang serta menjaga jarak, tak menyurutkan niat warga untuk melakukan ziarah ke permakaman sekadar mendoakan orangtua, kerabat, dan handai taulan yang sudah meninggal dunia.

Begitu pun di sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Kabupaten Garut, pada H+1 dan H+3 tak henti-hentinya dikunjungi para peziarah meski jumlahnya berkurang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Suasana ziarah kali ini cukup berbeda. Selain karena masih turun hujan, juga ada protokol kesehatan dari pemerintah agar menjauh dari kerumunan orang dan jaga jarak, serta peziarah pun tampaknya membagi waktu.

Seperti yang diungkapkan Dedi, warga Perumahan Malayu yang ditemui di sela-sela ziarah di TPU Tenjolaya pada Rabu (27/5). Ia menuturkan, mereka datang bersama sanak saudara dan keluarganya untuk ziarah ke makam kedua orangtuannya yang telah meninggal.

“Biasanya kami sekeluarga ziarah ke makam orangtua pas hari H Idulfitri. Setelah ada protokol dari pemerintah, ya baru hari ini,” kata Dedi.

Dedi memberi alasan, ia menyadari keluarnya protokol dari pemerintah agar menjauh dari kerumunan orang serta menjaga jarak agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Maka kami harus mencari waktu agar bisa terhindar dari kerumuna orang juga guyuran air hujan,” cetusnya.

Kurangnya pengunjung yang datang ke TPU diakui pula oleh Jajang, seorang juru parkir di TPU Tenjolaya, Tarogongkidul, Kabupaten Garut.

Menurut Jajang, bila dibanding dengan tahun sebelumnya jumlah pengunjung sangat jauh berbeda. Kali ini pengunjung yang datang dan berniat melakukan ziarah ke makam anggota keluarganya, turun drastis.

“Lebaran-lebaran sebelumnya jumlah pengunjung yang datang dan ziarah ke TPU Tenjolaya selalu membeludak, penuh sesak. Kali ini mengalami penurunan drastis,” kata Jajang.

Jajang menambahkan, hal Itu jelas berdampak terhadap perekonomian kelas bawah. Menurutnya, kurang sedikit pun itu sangat berarti untuk menambah jumlah penghasilan

“Ini kan jelas penghasilan saya turun drastis. Sebagai masyarakat biasa kondisi ini sangat menyakitkan,” kata Jajang sembari memperlihatkan uang recehan hasil pungutan parkirnya. @akn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mulai 31 Mei, Arab Saudi Buka Masjid Nabawi untuk Umum

Rab Mei 27 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Gerbang Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi, telah diberi lampu hijau untuk dibuka untuk umum pada 31 Mei 2020 atau 8 Syawal 1441 Hijriah. Kedua masjid suci di tanah haram, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sudah dua bulan lebih ditutup untuk umum karena wabah […]