VISI.NEWS|BANDUNG -Juventus meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Napoli dalam lanjutan Serie A pada Senin (26/1/2026) dini hari WIB. Di balik hasil besar tersebut, sorotan utama tertuju pada Jonathan David, penyerang yang kini menjadi simbol kebangkitan mental Bianconeri di tengah tekanan kompetisi.
David membuka keunggulan Juventus dan tampil penuh determinasi sepanjang pertandingan. Penampilannya mencerminkan perubahan besar dibanding awal musim, ketika ekspektasi tinggi justru berubah menjadi beban berat di pundaknya.
“Saya tahu tekanan di Juventus sangat besar,” ujar Jonathan David kepada DAZN. “Ketika hal-hal tidak berjalan baik, semua orang membicarakannya.”
Salah satu momen paling sulit bagi David terjadi saat ia gagal mengeksekusi penalti di awal musim. Insiden tersebut memicu kritik tajam dan sempat mengguncang kepercayaan dirinya. Namun, David memilih merespons dengan cara berbeda.
“Bagi saya, itu adalah titik balik,” kata David. “Sejak momen itu, fase penting pertumbuhan dimulai.”
Alih-alih terjebak dalam kekecewaan, David menjadikan kegagalan itu sebagai bahan bakar untuk berkembang. Ia bekerja lebih keras, baik secara fisik maupun mental, demi menjawab keraguan yang muncul dari luar maupun dalam dirinya sendiri.
“Saya belajar untuk tetap tenang dan percaya pada proses,” ucapnya. “Sepak bola selalu memberi kesempatan kedua.”
Performa impresif David juga tidak lepas dari dukungan pelatih Luciano Spalletti yang terus memberinya kepercayaan. Hubungan positif tersebut membuat David bermain lebih lepas dan berani mengambil risiko di lapangan.
“Saya selalu merasakan kepercayaan dari pelatih,” ujar David. “Itu memberi saya kebebasan untuk menunjukkan kemampuan saya.”
Gol ke gawang Napoli menjadi gol keempat David di liga musim ini, sekaligus menegaskan perannya yang kian vital di lini serang Juventus. Selebrasi unik bersama rekan setimnya turut mencerminkan suasana tim yang semakin solid.
“Kami menikmatinya bersama,” kata David. “Itu tentang kebersamaan dan kerja keras.”
Kemenangan atas Napoli tidak hanya memperkuat posisi Juventus di klasemen, tetapi juga menandai lahirnya kembali kepercayaan diri seorang striker yang sempat jatuh, lalu bangkit dengan cara yang lebih dewasa.@fajar