Search
Close this search box.

Erin Hadapi Tuduhan, Pilih Lawan Balik Demi Nama

Erin Hadapi Tuduhan, Pilih Lawan Balik Demi Nama./visi.news/

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Rien Wartia Trigina atau Erin tengah berada dalam pusaran tuduhan serius yang menyeret nama pribadinya ke ruang publik. Di tengah sorotan dan tekanan, mantan istri Andre Taulany itu memilih tidak diam. Ia mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, membawa satu tujuan utama, memulihkan nama baik yang ia anggap telah tercemar.

Langkah hukum ini bukan sekadar respons, tetapi juga bentuk perlawanan atas narasi yang menurut tim kuasa hukumnya tidak sesuai fakta. Erin disebut merasa dirugikan secara moril setelah tuduhan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga menyebar luas di media sosial.

“Malam ini kita melaporkan karena adanya laporan dari pencemaran nama baik dan fitnah dari klien kami, yang mana dalam hal ini Mbak Erin dikatakan melakukan penganiayaan, kekerasan, padahal tidak benar itu semua. Justru menjadi korban dari fitnah dan pencemaran nama baik,” kata kuasa hukum Erin, Siti Hajar.

Di balik proses hukum yang berjalan, tersimpan tekanan emosional yang tidak ringan. Tuduhan yang beredar bukan hanya menyangkut hukum, tetapi juga menyentuh reputasi dan kehidupan pribadi Erin. Ia pun menegaskan keyakinannya bahwa kebenaran akan terungkap melalui bukti yang dimiliki.

“Semua sudah ada bukti-buktinya. CCTV yang di rumah, saksi-saksi, ART yang ada di rumah, security terutama. Jadi, nanti biar proses (hukum yang membuktikan),” tegas Erin.

Pihaknya juga berencana melayangkan somasi kepada pihak penyalur dan ART terkait, sebagai bentuk peringatan bahwa tuduhan tidak bisa dilontarkan tanpa dasar yang jelas.

“Kita juga akan lebih pertegas dengan melakukan somasi kepada penyalurnya, juga kepada ART-nya untuk mengingatkan bahwa tidak semudah itu untuk melakukan pencemaran dan juga membuatkan fitnah yang belum tentu ada kebenarannya,” ujar Siti Hajar.

Baca Juga :  SOSOK | Fitrah Maulana: Lahir dari Akademi Persib

Kasus ini bermula dari laporan seorang ART berinisial H yang mengaku mengalami kekerasan fisik hingga ancaman. Namun Erin membantah seluruh tuduhan tersebut, termasuk soal gaji yang disebut belum dibayarkan, dengan alasan masa kerja yang belum genap satu bulan.

Kini, di tengah opini publik yang terbelah, Erin memilih menaruh harapan pada proses hukum. Bagi dirinya, ini bukan sekadar perkara benar atau salah, tetapi juga tentang mempertahankan martabat di hadapan publik.

@abiel

Baca Berita Menarik Lainnya :