VISI.NEWS | BANDUNG – Di bawah mistar gawang PERSIB Bandung, nama Fitrah Maulana Muhammad Ridwan mulai menguat sebagai simbol regenerasi. Ia bukan sekadar kiper muda, tetapi representasi harapan baru dari tanah Bandung.
Lahir pada 24 Mei 2006 di Kota Bandung, Fitrah tumbuh dalam atmosfer sepak bola yang kental. Kota ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang pembentuk mentalitasnya sebagai pemain.
Sejak usia dini, ia memilih posisi penjaga gawang—posisi yang sering kali sepi peminat, namun sarat tanggung jawab. Pilihan itu menjadi titik awal perjalanan panjangnya.
Masuk ke Akademi Persib, Fitrah mulai mendapatkan fondasi teknik yang kuat. Latihan demi latihan membentuk refleks, positioning, dan keberaniannya menghadapi situasi satu lawan satu.
Di akademi, ia dikenal sebagai sosok yang tenang. Tidak banyak bicara, tetapi fokus. Pelatih melihatnya sebagai kiper yang memiliki kematangan di atas rata-rata usianya.
Postur tubuhnya yang mencapai sekitar 1,81 hingga 1,86 meter menjadi modal penting. Dengan jangkauan tangan yang luas, ia mampu mengamankan bola-bola sulit di area penalti.
Namun keunggulan Fitrah bukan hanya fisik. Ia bermain dengan kaki kanan yang cukup baik, sebuah nilai tambah dalam era kiper modern yang dituntut aktif dalam build-up permainan.
Promosinya ke tim senior Persib pada musim Liga 1 2024/2025 menjadi tonggak penting. Itu adalah momen ketika ia mulai meninggalkan fase pembinaan dan masuk ke dunia kompetitif yang sesungguhnya.
Meski masih muda, ia tidak sekadar menjadi pelengkap skuad. Fitrah perlahan mulai masuk dalam radar pelatih sebagai opsi serius di posisi kiper.
Pengalaman internasional datang saat ia memperkuat Timnas Indonesia U-19. Di level ini, ia belajar menghadapi tekanan yang berbeda, termasuk ekspektasi publik yang lebih luas.
Ia bahkan menjadi bagian dari tim yang meraih gelar AFF U-19. Pengalaman tersebut memberi kepercayaan diri sekaligus mental juara.
Langkahnya berlanjut dengan masuk ke skuad Kualifikasi Piala Asia U-20 dan persiapan menuju Piala Dunia U-20 2025. Ini menjadi panggung yang memperkaya jam terbangnya.
Debut bersama tim senior terjadi pada Desember 2025 saat menghadapi Borneo FC. Dalam laga itu, Fitrah menunjukkan ketenangan yang jarang dimiliki pemain debutan.
Ia tampil tanpa rasa gugup, membaca permainan dengan baik, dan mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan. Penampilan itu langsung mencuri perhatian.
Musim 2025/2026 menjadi periode krusial dalam perkembangannya. Pelatih Bojan Hodak mulai memberinya kepercayaan lebih.
Dalam beberapa pertandingan penting, Fitrah bahkan dipercaya menggantikan Teja Paku Alam yang selama ini menjadi pilihan utama.
Salah satu momen penting terjadi saat laga melawan Arema FC pada April 2026. Ia diturunkan sebagai starter dalam laga penuh tekanan.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa staf pelatih melihat Fitrah bukan lagi sebagai pelapis, tetapi bagian dari masa depan tim.
Di lapangan, ia dikenal memiliki refleks cepat dan keberanian dalam duel udara. Ia juga mulai menunjukkan kemampuan komunikasi dengan lini belakang.
Sebagai talenta lokal Bandung, Fitrah membawa harapan besar. Ia adalah bukti bahwa pembinaan jangka panjang bisa menghasilkan pemain berkualitas.
Perjalanannya masih panjang. Namun satu hal mulai terlihat jelas: Fitrah Maulana bukan sekadar kiper muda, melainkan fondasi masa depan Persib di bawah mistar.
@uli