VISI.NEWS | BANDUNG – Di tengah tekanan laga tandang yang tidak mudah, satu momen kecil mampu mengubah segalanya bagi Borneo FC. Sosok Koldo Obieta menjadi pembeda dalam pertandingan sengit melawan Persik Kediri, saat ia memastikan tiga poin penting lewat gol tunggal yang membawa timnya ke puncak klasemen.
Bermain di Stadion Brawijaya pada Rabu 29 April 2026, Borneo FC datang dengan tekad kuat. Sejak awal pertandingan, mereka berani mengambil inisiatif serangan meski berstatus tim tamu. Mariano Peralta menjadi motor serangan yang terus menekan lini belakang Persik, memaksa kiper Leo Navacchio bekerja keras menjaga gawangnya tetap aman.
Di sisi lain, Persik Kediri juga menunjukkan semangat juang tinggi di hadapan pendukungnya. Ernesto Gomez dan Bayu Otto beberapa kali membuka peluang, namun ketenangan di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah. Babak pertama pun berakhir tanpa gol, meninggalkan ketegangan yang terus menggantung.
Memasuki babak kedua, ritme permainan semakin meningkat. Kedua tim tampil lebih berani dan terbuka. Hingga akhirnya pada menit ke 54, kerja sama apik antara Peralta dan Obieta melahirkan gol yang ditunggu. Obieta dengan tenang menuntaskan umpan matang, menghadirkan keheningan sejenak di stadion sebelum sorak kemenangan dari kubu tamu pecah.
Gol tersebut bukan hanya angka di papan skor, tetapi juga simbol ketenangan dan efektivitas di tengah tekanan. Persik berusaha bangkit, menggempur lewat Telmo Catanheira dan kembali melalui Ernesto Gomez. Bahkan harapan sempat muncul saat terjadi dugaan pelanggaran di kotak penalti, namun keputusan VAR memupus peluang tersebut.
Sepuluh menit terakhir menjadi ujian mental bagi Borneo FC. Serangan bertubi tubi Persik terus datang, namun lini belakang tim tamu menunjukkan disiplin luar biasa. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan.
Kemenangan ini terasa lebih dari sekadar tiga poin. Dengan koleksi 69 poin, Borneo FC kini berdiri di puncak klasemen, sementara Persik Kediri harus puas tertahan di posisi ke 12 dengan 33 poin.
@abiel