VISI NEWS| BENGKULU– Di Asrama Haji Bengkulu, suasana harap dan persiapan terasa begitu dekat. Para jemaah calon haji menjalani hari hari menjelang keberangkatan dengan berbagai perasaan, mulai dari haru, cemas, hingga penuh harapan untuk menunaikan ibadah dengan lancar.
Di tengah momen tersebut, Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu datang untuk memastikan satu hal penting, pelayanan yang layak bagi para tamu Allah. Mereka meninjau langsung fasilitas hingga berbincang dengan jemaah untuk mendengar pengalaman dan harapan secara langsung.
“Kami turun langsung untuk melihat kesiapan akhir, karena ini menyangkut pelayanan dasar bagi para tamu Allah. Kami ingin memastikan tidak ada hak jamaah yang terabaikan, mulai dari keberangkatan hingga nanti kepulangan mereka ke tanah air,” jelas Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman RI Bengkulu, Hendra Irawan.Bengkulu pada Selasa (27/4/2026).
Dari hasil pemantauan, fasilitas asrama dinilai cukup memadai. Kamar tidur dalam kondisi bersih, air bersih tersedia, serta ruang makan siap digunakan. Hal ini memberikan rasa tenang bagi jemaah yang tengah bersiap menghadapi perjalanan panjang.
Namun di balik kesiapan tersebut, tersimpan harapan dari para jemaah. Beberapa di antaranya menginginkan peningkatan layanan kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih.
“Kami mencatat aspirasi ini. Jamaah berharap ada penambahan atau setidaknya peningkatan intensitas pemantauan kesehatan oleh tenaga medis selama mereka berada di asrama, sebelum terbang ke Tanah Suci. Ini akan menjadi catatan kami untuk masukan kepada pihak terkait,” tegas Hendra.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Intihan, menyampaikan bahwa seluruh proses berjalan dengan baik. “Secara umum, kami melihat masyarakat dan para jamaah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bengkulu. Adapun total jemaah yang kami diberangkatkan tahun ini sebanyak 1.346 orang, yang terdiri dari 3,5 kloter, dan jumlah tersebut sudah termasuk seluruh petugas kloter yang mendampingi dari Bengkulu,” tuturnya.
Di balik angka dan persiapan, ada cerita tentang perjalanan spiritual yang segera dimulai. Bagi para jemaah, asrama ini bukan sekadar tempat singgah, tetapi bagian dari langkah awal menuju ibadah yang telah lama dinantikan.
@ihda