Deding Ishak: Perhitungan Politik Tidak Tepat, Bisa Masuk “Killing Ground”

ilustrasi./visi.news/alam
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Politisi senior Partai Golkar Kabupaten Bandung H. Deding Ishak melihat kompetisi dalam meraih kursi nomer satu di Kabupaten Bandung bukan hanya menguras dana, juga tenaga dan fikiran. Bahkan yang harus lebih hati-hati lagi, kalau perhitungan politik tidak tepat, bisa masuk killing ground.

“Berhitung harus cermat, taktis, karena suasana politik di Kabupaten Bandung masih dinamis. Masih banyak kemungkinan-kemungkinan, sehingga ketika saya mendapat desakan dari banyak tokoh agama dan para santri, saya bilang keputusan saya nanti menjelang pendaftaran ke KPU 4 September 2020, disitu masyarakat akan bisa melihat apakah saya tetap maju atau tidak,” ungkap salah satu kandidat kuat Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar.

Menurutnya, di dalam taktik pertempuran, memasukkan lawan ke dalam killing ground adalah salah satu taktik ampuh untuk membinasakan lawan. Lawan akan dipaksa tanpa daya berada disuatu wilayah dimana dia hanya dapat bertahan dan terus di tembaki hingga habis. “Kita jangan sampai masuk killing ground, makanya perhitungan harus cermat, untuk itu kepada para pendukung untuk tetap sabar dan tawaqal, semuanya kita pasrahkan kepada Allah SWT,” ajaknya.

Kans Deding Ishak untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Bandung masih sangat terbuka, setidaknya itu yang diungkapkan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Dr. Ujang Komarudin. “Kans masih sangat terbuka terlebih Pak Deding punya modal sosial dan finansial yang sangat bagus, tinggal keberanian yang bersangkutan mengambil langkah-langkah yang lebih strategis, karena modal pengalaman di 2010 tentu sangat penting dalam kontestasi kali ini,” ungkapnya.

Menurutnya, sikap PKS yang terkesan ‘pasif’ bisa menunjukkan rasa percaya diri kuat dan perhitungan yang cermat untuk memenangkan Pilkada 2020. Formasi koalisi bisa kembali Golkar-PKS. “Bisa Bu Nia Cabup dan Pak Gun Gun Cawabupnya kalau melihat sikap low profile Pak Gun Gun. Terlebih ia masih muda, dan bisa untuk target Pilkada berikutnya. Namun, kalau desakan kader PKS menganggap sekarang momen yang tepat Pak Gun Gun maju sebagai Cabup mengiringi keberhasilan Kota Bandung, bisa saja ia merangkul Pak Deding Ishak sebagai Cawabupnya, kalau  Pak Deding Ishak mau. Karena kandidat kuat dari Golkar sekarang ini selain Ibu Nia, ya Pak Deding. Apalagi kalkulasi politik kalau Golkar-PKS itu kembali berkoalisi, pasti menang,” ungkapnya.

Diakuinya meski Pilkada adalah menampilkan figur bukan parpol, namun katanya, jangan dikesampingkan masalah fanatisme kader terhadap partainya. “Jangan salah, kader partai itu banyak yang turun temurun dan loyalitasnya terhadap partainya tetap terjaga. Doktrinasi di parpol itu luar biasa, maka tidak jarang kader yang meskipun kecewa oleh pimpinan parpolnya ia tetap bertahan dengan segala penderitaannya,” pungkas Ujang.@mpa/asa

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Faktor Kelalaian Diduga Picu Ledakan, Warga Libanon Marah

Kam Agu 6 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Kemarahan publik terhadap pemerintah Libanon pecah setelah investigasi awal mencium faktor kelalaian pejabat turut menyebabkan ledakan besar di Kota Beirut pada Selasa (4/8) petang. Melansir CNN Indonesia dari AP, penyelidikan awal menduga sumber ledakan berasal dari ribuan ton amonium nitrat yang disimpan pada gudang di pelabuhan. […]