Search
Close this search box.

Dekan FISIP Unibba Rendy Adiwilaga Laporkan Kondisi Andi Andriana di RS Cicendo

Andi Andriana terbaring di RS Cicendo Bandung, Jumat (23/8/2024) malam. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bale Bandung (Unibba), Rendy Adiwilaga, S.Ip., M.Si., memberikan keterangan terbaru mengenai kondisi Andi Andriana, mantan mahasiswa Unibba yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa menolak revisi RUU Pilkada di Gedung DPRD Jawa Barat. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui pesan pada Jumat (23/8/2024), petang, Rendy mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekannya di Unibba Rifi telah mengunjungi RS Cicendo dan bertemu dengan orang tua Andi.

“Kami sudah berada di RS Cicendo dan telah bertemu dengan orang tua Andi. Saat ini, Andi sudah menjalani tindakan operasi. Mohon doanya untuk semua,” tulis Rendy dalam pesan tersebut.

Meskipun Andi telah tidak aktif di kampus sejak semester dua, Rendy menegaskan bahwa Andi tetap merupakan bagian dari keluarga besar FISIP Unibba. “Memang Andi sudah tidak aktif sejak semester dua, tapi itu tidak menghapus fakta bahwa yang bersangkutan pernah menjadi bagian keluarga FISIP Unibba,” tambahnya.

Rendy juga menginformasikan bahwa biaya operasi sebesar Rp 40 juta telah sepenuhnya dicover oleh donasi dari berbagai pihak. “Pembayaran untuk operasi sebesar Rp 40 juta sudah dicover dari donasi kawan-kawan yang telah membantu. Terima kasih sekali lagi atas semua dukungan dan bantuan yang diberikan,” ungkap Rendy.

Dalam keterangan terpisah, Dekan FKIP Unibba Dr. Mumun Mulyana, M.Pd., menjelaskan kronologi kejadian. Pada pukul 18.30 WIB, mahasiswa dipukul mundur dari depan Gedung DPRD setelah polisi melemparkan gas air mata. “Dari perspektif mahasiswa, dari belakang mereka—yang dicurigai sebagai intel penyusup—mulai melempar batu ke arah polisi. Polisi kemudian membalas lemparan tersebut,” jelas Dr. Mumun.

Akibat kericuhan ini, Andi bersama sembilan korban lainnya mengalami cedera. Beberapa korban mengalami luka serius seperti kepala bocor dan gigi rontok. Andi terlambat kembali karena sedang membetulkan tali sepatu. Saat ia berdiri, batu yang dilempar mengenai mata kirinya. “Sayangnya, Andi telat balik karena sedang membetulkan tali sepatu. Saat berdiri, batu mengenai mata kirinya,” ujar Dr. Mumun.

Baca Juga :  Harga Dex Melejit! Pengendara Diesel Kaget: “Rp250 Ribu Cuma Dapat 9 Liter!”

Dengan kondisi yang mengkhawatirkan, pihak keluarga dan kampus berharap agar operasi Andi berjalan lancar dan mendapatkan pemulihan yang baik. Sementara itu, pihak kampus bersama masyarakat juga terus memberikan dukungan moral dan materiil kepada Andi dan keluarga selama masa-masa sulit ini.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :