Demokrat: Memalukan! KSP Moeldoko Gugat Menkumham

Editor Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung, H. Osin Permana./visi.news/ki agus.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Menanggapi gugatan Moeldoko kepada Menkumham Yasonna Laoly terkait urusan KLB ilegal Deli Serdang, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung, H. Osin Permana, mengatakan, bahwa DPP Partai Demokrat menyatakan tindakan Kepala Staf Presiden Moeldoko sangat memalukan. Ini juga mencerminkan ketidakpeduliannya membantu Presiden Jokowi, yang saat ini fokus menghadapi lonjakan kasus pandemi Covid-19 di Indonesia yang kembali mengganas.

Osin menambahkan, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, di DPP Demokrat, Jum’at (25/6/2021), di Herzaky Mahendra Putra menegaskan, “Dengan mem-PTUN Menkumham, KSP Moeldoko menunjukkan setidaknya ada tiga hal yang memalukan.”

Bahkan menurut Osin, Herzaky menjelaskan, Pertama, saat ini Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahan sedang fokus mengatasi memuncaknya gelombang kedua Covid-19, yang memecahkan rekor angka kematian sejak awal pandemi Maret 2020 lalu. Dalam kondisi genting ini, sepatutnya KSP Moeldoko juga fokus membantu Presiden. Gugatan KSP Moeldoko malah memecah fokus tugas dan tanggungjawabnya sebagai pejabat yang digaji negara, untuk ambisi politik pribadinya.

Kedua, Herzaky melanjutkan, dengan menggugat Menkumham yang mengambil keputusan atas nama pemerintah, KSP Moeldoko justru menunjukkan ketidakpatuhan pada hukum dan sekaligus ketidakkompakan diantara para pembantu Presiden. Selain legal standing KSP Moeldoko pun tidak jelas, hal ini akan menyedot waktu dan sumber daya pengadilan, dimana kasus-kasus lain yang lebih penting serta genting, masih menumpuk.

Ketiga, kata Herzaky lebih lanjut, Menkumham, disaksikan Menko Polhukam, pada akhir Maret 2021 lalu, dengan tegas telah menolak mengesahkan KLB ilegal Deli Serdang, karena tidak memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan, serta konstitusi Partai Demokrat yang sah. Namun dalam gugatannya di PTUN, KSP Moeldoko dan Jhoni Allen Marbun masih mengatasnamakan sebagai Ketua Umum dan Sekjen Partai Demokrat. Sungguh memalukan dan menyedihkan.

Baca Juga :  Hujan Lebat dan Angin Kencang Terpa Sejumlah Wilayah di Indonesia Hingga 2 Juni

Dikemukakan Osin, kalau Herzaky sudah menegaskan,“Kemenkumham sudah melaksanakan tugasnya sesuai aturan, tapi malah digugat oleh KSP Moeldoko. Kami yakin, Majelis Hakim PTUN yang mengadili perkara ini akan menegakkan keadilan sesuai perundang-undangan yang berlaku, demi kepastian hukum. Seperti diketahui, pada hari Jumat (25/6/2021), Moeldoko dan Jhonny Allen memasukkan gugatan terhadap Menkumham RI yang menolak permohonan panitia KLB Ilegal Deli Serdang pada tanggal 31 Maret 2021.

Saat itu, disebutkan Osin, yang menyampaikan ucapan Herzaky, Menkumham menegaskan hasil KLB tersebut tidak memenuhi kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan berdasarkan Peraturan Menkumham RI no. 34 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Pendirian Badan Hukum, Perubahan AD/ART, serta Perubahan Kepengurusan Partai Politik. Menkumham juga menggunakan rujukan AD/ART Partai Demokrat hasil Kongres V tahun 2020 yang terdaftar dan tercatat di Ditjen AHU Kemenkumham, serta telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Perkuat Kerjasama, di Bandung Dilaunching Wadah Persaudaraan Indonesia-Turki

Sab Jun 26 , 2021
Silahkan bagikan “Histori, emosional dan organisasi merupakan tiga hal yang melatarbelakangi terbentuknya wadah Persaudaraan Indonesia-Turki,” ujar Riski Juanda.    VISI.NEWS – Hubungan Indonesia dan Turki sudah terjalin lama, namun baru kali ini di Bandung di bentuk wadah persaudaraan kedua negara tersebut. Bertempat di Jalan Moh. Toha No. 51, Jumat (26/6/2021) […]