VISI.NEWS – Duel catur GM Irena dan Dewa Kipas yang berlangsung Senin (22/3/2021) secara live di akun youtube “Close The Door” Deddy Corbuzier akhirnya berakhir dengan kekalahan telak Dewa Kipas 3-0. Dari empat babak yang disediakan, pemilik akun Dewa Kipas Dadang Subur akhirnya menyerah di babak ketiga.
Dadang mengaku, di setiap babak ia mengalami blunder karena merasa tidak cukup waktu untuk berfikir. “Tadinya saya kira satu kali pertandingan, jadi ada waktu berfikir yang cukup. Ternyata hanya sepuluh menit setiap babak, jadi saya tidak cukup waktu untuk berfikir dan blunder,” ungkapnya.
Dalam duel catur tersebut, GM Irene mendapatkan hadiah Rp 200 juta, sedangkan Dadang mendapatkan Rp 100 juta. “Hadiah ini seharga hadiah medali emas Sea Games,” ujar GM Irene.
Nama Dadang Subur adalah pemilik akun catur online bernama Dewa Kipas yang menjadi populer seusai menggemparkan situs catur virtual Chess.com.
Bagaimana tidak, Dewa Kipas sukses membekuk akun GothamChess milik pecatur berlabel International Master (IM), yaitu Levy Rozman.
Dewa Kipas juga punya rekor sangat fantastis dengan sempat menyapu bersih kemenangan dalam 27 gim beruntun.
Selain itu, akurasinya begitu gila, yaitu berkisar antara 90-99 persen pada tanggal 22 Februari sampai 2 Maret 2021.
Hanya saja, kemampuan Dewa Kipas menimbulkan polemik di dunia percaturan, karena banyak pengamat catur yang menilai kecepatan dan akurasi permainan Dadang tidak masuk akal.
GM Irene Sukandar salah satu pecatur profesional yang meragukan kemampuan Dewa Kipas.
Sementara itu, tim analis algoritma Chess.com juga telah memblokir akun Dewa Kipas karena dinilai tidak fair play.
Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang mengklaim kemampuan Dadang Subur benar-benar nyata. Publik pun mengelu-elukan Dewa Kipas untuk pertandingan ekshibisi agar kemampuannya bisa diakui.
Duel antara Dewa Kipas dengan GM Irene merupakan permintaan dari masyarakat Indonesia.
Pada awalnya, GM Irene dikabarkan enggan melawan Dewa Kipas.
Namun akhirnya GM Irene menyanggupi plus memberikan klarifikasi terkait penolakan yang sempat terungkap. Alasan Irene menolak bukan karena takut, tapi karena manajer Irene pada saat itu belum dapat jawaban dari instansi (Kemenpora).
Kemudian Deddy Corbuzier menyebutkan bahwa Irene Sukandar “1.000” persen siap melawan Dewa Kipas. Pernyataan tersebut muncul saat Irene hadir di podcast Deddy Corbuzier karena sangat yakin skill Dewa Kipas di Chess.com adalah palsu.
Bahkan Deddy Corbuzier akan memfasilitasi laga ekshibisi catur yang berhadiah total Rp. 300 juta itu. Setiap pecatur yang kalah atau menang akan tetap mendapatkan hadiah dari Deddy Corbuzier.@mpa