VISI.NEWS | SULAWESI SELATAN- Di balik hiruk pikuk distribusi hewan kurban menjelang Iduladha, ada proses panjang yang jarang terlihat publik. Di Karantina Hewan Garongkong, Kabupaten Barru, puluhan sapi menjalani masa penting yang menentukan kelayakan mereka sebelum diberangkatkan ke luar daerah. Selasa (28/4/2026)
Sebanyak 117 ekor sapi dari berbagai jenis, mulai dari sapi Bali, Limousin, hingga Brahman, kini berada dalam pengawasan ketat. Hewan hewan ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Batulicin, Kalimantan Selatan, dengan jaminan kesehatan yang terjaga.
Kunjungan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menjadi momen untuk melihat langsung bagaimana proses tersebut berlangsung. Didampingi sejumlah pejabat daerah, ia menyusuri fasilitas karantina yang menjadi garda depan dalam menjaga kualitas ternak.
Di tempat ini, setiap sapi tidak hanya diberi pakan dan perawatan rutin, tetapi juga melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan yang teliti. Pengambilan sampel darah hingga vaksinasi dilakukan untuk memastikan hewan benar benar bebas dari penyakit menular.
Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menjelaskan bahwa peran karantina sangat penting dalam menjaga keamanan ternak yang akan dikirim antarpulau.
“Kami siap terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sektor peternakan,” ujarnya.
Bagi para petugas, rutinitas di karantina bukan sekadar pekerjaan teknis. Ada tanggung jawab besar untuk memastikan setiap hewan yang keluar dari Barru dalam kondisi sehat dan layak. Sementara bagi masyarakat penerima, proses ini menjadi jaminan bahwa hewan kurban yang mereka terima aman untuk dikonsumsi.
Kisah di Karantina Garongkong ini memperlihatkan sisi lain dari perjalanan hewan kurban. Sebuah proses sunyi yang penuh ketelitian, demi memastikan momen Iduladha dapat dijalani dengan rasa aman dan penuh makna.
@Ihda