Di Garut Tak Ada Lagi Pasien Positif Covid-19 yang Dirawat di Ruang Isolasi

Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-18 Garut, Yeni Yunita./visi.news/dok.zaahwan aries
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Saat ini di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut, Jawa Barat, sudah tidak ada lagi pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan. Semua pasien positif sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan.

Tidak adanya lagi pasien positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut, diungkapkan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7)

Disebutkan, terakhir pihak RSUD dr Slamet Garut memulangkan pasien yang sudah sembuh pada Senin (6/7).

“Pasien positif terakhir yang sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang yakni KC-24 yang merupakan warga Kadungora. Dengan demikian saat ini sudah tak ada lagi pasien positif yang masih dirawat di ruanh isolasi di Garut,” ujar Yeni dalam keterangan tertulis yang dikirim ke VISI.NEWS.

Diungkapkan, hingga hari ini total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut mencapai 26 orang. Dari jumlah itu, tiga di antaranya meninggal dunia dan 23 orang dinyatakan sembuh.

Di sisi lain disampaikannya, saat ini terdapat penambahan laporan kasus orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1 orang dari Kecamatan Banyuresmi. Selain itu ada juga penambahan kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 1 orang yang berasal dari Kecamatan Garutkota.

OTG tersebut ungkap Yeni dalam tulisannya, pernah melakukan kontak erat dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Bandung. Terhadap yang bersangkutan telah dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab.

“Dengan demikian, hingga hari ini total kasus Covid-19 yang terdiri dari OTG, ODP, PDP, dan konfirmasi positif sebanyak 4.864 kasus. Rinciannya, OTG sebanyak 2.022 kasus, 214 kasus di antaranya masih dalam tahap observasi dan 1.808 kasus selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian,” katanya.

Sedangkan ODP tercatat sebanyak 2.736 kasus. Sebanyak 32 kasus di antaranya masih dalam pemantauan, 6 kasus dalam perawatan, dan 2.698 kasus selesai pemantauan, dan 15 di antaranya meninggal.

Sementara itu, PDP tercatat 80 kasus, 2 kasus di antaranya sedang dalam perawatan dan 78 kasus selesai pengawasan, serta 16 di antaranya meninggal.

Klarifikasi

Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan, dengan tegas menyatakan akan memberikan klarifikasi ke Pemprov Jabar
terkait status Kabupaten Garut yang masuk Zona Kuning bersama 15 daerah lainnya di Jawa Barat.

Dikatakan Rudy, pihaknya telah menghitung Basic Reproduction Number (R0) dan Effective Reproduction Number (Rt). Hasilnya diketahuk Kabupaten Garut tidak mempunyai sesuatu yang mengkhawatirkan namun demikian kewaspadaan terus dtingkatkan.

“Saya berharap status zona kuning diberikan ke Garut bisa segera berubah seiring dengan penurunan kasus Covid-19. Diharapkan pula secepatnya Garut sudah masuk ke zona hijau,” ucap Rudy.

Lebih jauh Rudy menyampaikan,
meski saat ini kasus Covid-19 di Garut mulai menurun, tetai pihaknya akan terus meningkatkan tes terhadap masyarakat. Rencananya Pemkab Garut akan melakukan rapid test dan swab test untuk 27 ribu warga.

Diakuinya, saat ini jumlah warga yang sudah menjalani test di Garut memang masih relatif kecil dibandingkan target. Dari total warga Garut yang mencapai 2,7 juta jiwa, saat ini baru ada 6 ribu warga yang sudah menjalani test.

“Jika dibandingkan target, jumlah warga yang sudah menjalani test memang masih jauh karena seharusnya ada 1 persen dari jumlah penduduk. Artinya dari 2,7 juta penduduk, harus ada 27 ribu yang di test dan kita akan kejar target itu,” katanya.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kepala Puskesmas Cinunuk, "Rapid Test Reaktif, Swab Test Belum Tentu Positif Covid-19"

Sel Jul 7 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Terkait tiga orang pengunjung Pasar Sehat Cileunyi (PSC) Desa Cileunyiwetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang diketahui reaktif pasca-rapid test, belum tentu positif Covid-19 jika ditindaklanjuti dengan swab test. Demikian dikatakan dr. Elfi, Kepala Puskesmas Cinunuk, Kec. Cileunyi menanggapi 3 pengunjung PSC diketahui reaktif Covid-19 […]