VISI.NEWS | SUKABUMI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 menyatakan telah terjadi longsor yang berdampak terhadap jalur rel kereta api di wilayah Kabupaten Sukabumi, tepatnya di petak jalan Cibadak– Parungkuda pada Sabtu (18/4/2026) sore.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kejadian longsoran pada pukul 15.33 WIB di KM 37+0/1 dan KM 37+8/9 terjadi saat kondisi hujan deras mengguyur lokasi, yang menyebabkan tanah di sekitar jalur kereta longsor dan menutupi rel KA sepanjang 2 dan 6 meter.
“Pada saat kejadian, kondisi di lokasi tengah diguyur hujan deras. Namun berkat pengawasan berlapis yang dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas di lintas, potensi bahaya dapat segera terdeteksi dan langsung ditangani dengan cepat,” ujar Franoto.
Ia menambahkan, begitu laporan pertama diterima dari petugas awak sarana perkeretaapian, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
“Respons cepat ini merupakan bagian dari sistem pengawasan berlapis yang kami terapkan, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi dan jalur tetap terjaga keamanannya,” lanjutnya.
Penanganan dilakukan secara intensif di tengah kondisi cuaca yang masih hujan, dan pada pukul 16.02 WIB proses evakuasi material longsoran berhasil diselesaikan. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keselamatan perjalanan, jalur dinyatakan aman dilalui kereta api.
Pada pukul 16.03 WIB, perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali beroperasi normal. Akibat kejadian tersebut, KA no 227 Pangrango relasi Sukabumi–Bogor mengalami keterlambatan sekitar 35 menit.
Lebih lanjut Franoto menegaskan bahwa dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka, serta seluruh perjalanan dapat kembali berjalan dengan aman dan terkendali.
KAI terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada titik-titik rawan serta dalam kondisi cuaca ekstrem, melalui patroli rutin, pemeriksaan prasarana secara berkala, serta kesiapsiagaan petugas di lapangan dengan menempatkan petugas tanggap darurat prasarana (petugas daerah rawan) di lokasi kejadian .
“Kami menyampaikan rmohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” tutup Franoto. @andri