Di Masa Pandemi Covid-19, KONI Kab. Bandung Tetap Perhatikan Atlet

Asep Modin mewakili Pengurus KONI menyerahkan hand sanitizer kepada salah seorang pengurus cabor di Sekretariat KONI Kab. Bandung, Kamis (28/5)./visi.news/apih igun.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Sebanyak 500 atlet dan pelatih KONI Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapatkan dana stimulan dan konvensasi yang berasal dari hibah Pemerintah Kabupaten Bandung, Kamis (28/5).

Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung, H. Herda M Gani mengatakan, hal itu merupakan bagian dari perhatian KONI Kabupaten Bandung terhadap atlet binaannya.

Penyerahan dana stimulan itu dilakukan kepada perwakilan pimpinan cabang olahraga di Sekretariat KONI, Kompleks SOR Jalak Harupat, Kutawaringin, Kab. Bandung.

Pada hari itu juga, Koni Kabupaten Bandung memberikan bantuan ratusan botol hand sanitizer kepada para atlet dan pelatih guna mencegah penularan virus corona di lingkungan atlet, pelatih, juga pengurus KONI Kabupaten Bandung.


Herda M Ghani, pimpinan rapat penyerahan dana stimulan atlet di Sekretariat KONI Kab Bandung, Kamis (28/5)./visi.news/apih igun.

“Di tengah pandemi Covid-19, bukan berarti mengabaikan pembinaan kepada ratusan atlet binaan kira . Namun, atlet yang dibina oleh KONI Kabupaten Bandung tetap melakukan kegiatan berlatih di rumah dengan standar kesehatan. Atlet tetap melakukan latihan rutin secara mandiri. Dan bagi atlet yang berprestasi dianggarkan dana sebesar Rp 700 juta yang dibagikan untuk para atlet yang disiapkan untuk berlaga di ajang Porda, PON, serta untuk even nasional lainnya dan multieven olahraga lainnya sekelas internasional,” kata Ketua Umum Koni Kabupaten Bandung, H. Herda M Gani kepada wartawan.

Dana stimulan itu, tutur Herda, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) triwulan kedua Kabupaten Bandung dan beberapa kegiatan yang anggarannya tidak terserap, akibat pandemi Covid-19.

Anggaran yang tidak terserap, katanya, dialihkan ke dana untuk yang terdampak Covid-19 bagi atlet dan pelatih tersebut. Di antaranya dari anggaran kejuaraan di tingkat daerah yang seharusnya dilaksanakan oleh KONI dan pengcab. Namun akhirnya tidak bisa dilaksanakan karena diberlakukannya social distancing.

Herda memaparkan, bantuan kepada atlet dan pelatih ini dibagi sesuai dengan proyeksi medali dari para atlet. Atlet mendapat dana antara Rp 500.000 hingga Rp1 juta.

“Besarannya untuk Pelatda PON Rp 1 juta. Proyeksi Porda dengan parameter medali 2018 kemarin itu, besarannya Rp 750 ribu. Yang non medali tapi dia diproyeksikan ikut Porda sebesar Rp 500 ribu,” tutur Herda.

Herda mengungkapkan, dana ini diberikan karena merupakan hak bagi para atlet. KONI Kabupaten Bandung harus perhatikan nasib para atlet dan pelatih bukan hanya di kondisi normal, namun di saat pandemi Covid – 19 ini juga harus diperhatikan. Mereka juga berlatih mandiri bukan hanya mengejar prestasi pribadinya, namun juga demi membawa nama harum Kabupaten Bandung,” jelas Herda.

Program kerja KONI Kabupaten Bandung, jelas Herda, di bulan Juli mendatang akan fokus mempersiapkan Babak Kualifikasi (BK) Porda. “Kami berharap para atlet tetap berlatih secara mandiri,” pungkasnya. @pih

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Seorang Pegawai Positif Corona, Toserba di Ciamis Tutup

Jum Mei 29 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengonfirmasi ada penambahan kasus positif virus corona, yaitu pasien salah seorang pegawai toserba yang bekerja di bagian gudang, berjenis kelamin laki-laki, dan berusia 51 tahun. Pasien tersebut terkonfirmasi melalui hasil swab test (PCR) ketika digelar tes massal […]