Diduga Terlibat Pencurian Mesin Alat Berat, RS Mantan Cakades di Purwakarta Bersama Tiga Pelaku Lainnya Ditangkap Polisi

Editor Wakapolres Purwakarta Kompol Satrio Prayogo saat memberikan keterangan pers, Senin (29/11/2021). /visi.news/deni ramdhani
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | PURWAKARTA – Mantan calon kepala desa (Cakades) di Purwakarta ditangkap polisi bersama tiga rekannya, diduga terlibat pencurian mesin alat berat milik sebuah perusahaan swasta. Mereka saat ini masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolres Purwakarta.

Diketahui, Cakades tersebut berinisial RS (43), dan tiga rekannya, yakni AH (37), JW (28) dan TN (39), mereka merupakan warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta.

Berdasarkan laporan polisi, peristiwa pencurian itu terjadi di kawasan industri PT MOS, Jalan Industri, Kampung Bayur, Desa Hegarmanah, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, pada Rabu, (27/10/2021) lalu.

Saat itu, pelapor atas nama Andi Subianto (42) warga Kampung Telaju RT 001/009 Desa Telaju, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, melaporkan adanya pencurian di perusahaan tempatnya bekerja. Hal itu diketahui saat korban memeriksa mesin berat merk XCMG type 180 buatan China. Ketika dicek, kaca alat berat itu dalam keadaan pecah.

“Korban mencurigai dan memeriksa bahwa monitor mesin itu sudah tidak ada. Kemudian korban mencoba menghidupkan baterai genset, namun tidak menyala. Begitu dicek ternyata baterai genzet juga telah hilang,” kata Wakapolres Purwakarta Kompol Satrio Prayogo, Senin (29/11/2021).

Setelah mendapat laporan dari korban, polisi langung melakukan penyelidikan dan menangkap keempat tersangka di lokasi berbeda-beda. Mereka kemudian dilakukan pemeriksaan. “Setelah diperiksa mereka mengakui telah melakukan pencurian yang dilakukan malam hari,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka RS yang berstatus mantan cakades, kata dia, tidak ada motif politik ataupun gegara kalah dalam pilkades. “Kasus ini murni pencurian,” ucap, Kompol Satrio

Berdasarkan hitungan, barang-barang yang digasak pelaku senilai Rp100 juta. Saat ini keempat tersangka masih harus menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Purwakarta. Mereka terancam hukuman sembilan tahun penjara. @der

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Garut Kembali Meningkat

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pemeriksaan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Salah Satu Kades Terpilih di Purwakarta Terus Berlanjut

Sen Nov 29 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | PURWAKARTA – Kasus dugaan ijazah palsu yang digunakan Kades terpilih di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu terus bergulir dan dalam penanganan Polres Purwakarta. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Arief Bastomi mengatakan, saat ini pihaknya sudah memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan dugaan penggunaan ijazah palsu […]