VISI.NEWS | SOREANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menyatakan bahwa selama ini belum menemukan adamya temuan kasus cacar monyet (monkeypox).
“Sampai saat ini, kasus cacar monyet belum ada yang terkonfirmasi di Kabupaten Bandung. Kewaspadaan telah dilakukan begitupun deteksi dini sudah ditingkatkan,” kata Kadinkes Dr. Yuli Irnawaty Mosjasari, melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr. Purwitasari, kepada VISI.NEWS Jumat (12/1/2024).
Adapun, Purwita menyebutkan bahwa dari 5 kasus suspek semuanya negative sehingga bukan cacar monyet. Terkait sosialisasi dan pencegahan dari dinkes, Ia mengatakan upaya tersebut telah dilakukan diantaranya, melalui surat edaran kepada setiap puskesmas dan faskes lainnya.
“Upaya secara langsung juga kepada tenaga kesehatan melalui zoom dan pertemuan. Tidak hanya untuk tenaga kesehatan, sosialisasi dilakukan juga kepada LSM penjangkau kelompok populasi kunci. Untuk masyarakat umum dilakukan sosialisasi dan promosi kesehatan monkey poklx melalui media sosial yang dikelola oleh Dinkes dan Puskesmas,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai kasus penyakit Demam Berdarah (DBD) yang sampai saat ini menjadi penyakit paling dikhawatirkan masyarakat. Pasalnya, banyak yang terkena penyakit ini hingga menyebabkan meninggal dunia.
Kabid P2P menyampaikan bahwa, berdasarkan data laporan yang diterima akhir-akhir ini, Penderita DBD sebanyak 651 orang.
Lantas selain itu, untuk menangkal dan mengurangi resiko orang terkena penyakit yang dibawa nyamuk DBD ini, di sejumlah daerah telah mengantisipasinya dengan menyebarkan nyamuk Wolbachia.
Purwita menuturkan, di Kabupaten Bandung sendiri, saat ini penyebaran nyamuk wolbachia memang belum ada.
“Itu instruksi Kemenkes, dan baru di Provinsi Jabar baru ada di Kota Bandung, di (Kabupaten Bandung) tidak ada,” pungkasnya. @gvr