VISI.NEWS | SOREANG – Program pinjaman Dana bergulir tanpa bungan dan tanpa jaminan dari Bupati bandung H.M. Dadang Supriatna melalui Bank Perkereditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja dinilai sukses dan harus ditingkatkan.
Program tersebut dinilai sangat dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat Kabupaten Bandung dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan menumbuhkembangkan usaha-usaha mereka.
“Alhamdulillah program ini sudah bergulir dan disambut antusias oleh masyarakat. Saat ini sudah terserap 50 miliar,” kata Direktur Utama (Dirut) Bank BPR Kerta Raharja Ir. H. Aep Hendar Cahyad saat ditemui VISI.NEWS, Jumat (12/1/2024).
Dana tersebut, kata dia, selain dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM juga dipakai oleh para petani, ojeg, guru ngaji dan warga masyarakat lainnya.
“Ada 25.000 orang yang memperoleh manfaat dari program ini. Awal program ini Rp. 20 miliar, selanjutnya Rp. 10 miliar dan terakhir pada Desember sebesar Rp. 20 miliar, jadi totalnya sudah Rp. 50 miliar yang sudah disalurkan ke masyarakat,” ucapnya.
Dalam program, katanya, bupati berpesan agar mereka bisa merasakan manfaat ini, dan bisa lebih produktif serta bisa meningkatkan usahanya. “Misalnya, yang punya usaha saja bisa menambah modal usahanya, yang tidak punya usaha jadi punya usaha baru, dan manfaatnya sehari-hari ini bisa menghasilkan pendapatan keluarganya,” tambahnya.
Dirut menyampaikan bahwa masyarakat bisa mengajukan untuk program dana bergulir yang nilainya Rp. 2 juta hingga Rp. 5 juta. “Bisa saja terus menambah angkanya, asal debitur pembayarannya lancar. Dana program ini tanpa ada potongan, tanpa bunga karena bupati yang mensubsidi ke BPR,” ucapnya.
Melihat keberhasilan program, Aep menegaskan, pihaknya akan totalitas menjalankan program Bupati Bandung ini, karena harus terserap habis anggaran yang dititipkan ke BPR. Terlebih tingkat kemacetan pengembaliannya juga rendah masih di bawah batas toleransi yang ditentukan bank.
“Kan ini harus dikembalikan juga. Otomatis kalau terserap habis itu akan menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Bandung. Dengan modal Rp. 2 juta atau Rp. 5 juta mereka bisa berkembang. Nanti dananya kembali lagi ke masyarakat. Nah, kalau mereka bisa terus berkembang akan kita support lebih jauh melalui Kredit Usaha Daerah sampai Rp. 50 juta,” terangnya
Dia menambahkan, program ini hanya ada satu-satunya di Indonesia, yang pemangku daerahnya sangat memperhatikan warga masyarakat.
“Baru kali ini, sebelumnya coba cek tidak ada program ini. Alhamdulillah kita punya bupati yang sangat menyayangi masyarakat, ” pungkasnya.
@gvr