Search
Close this search box.

Diskop UKM Dorong KDMP Patengan Kelola Sampah Wisata

Lokasi pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh KDMP Patengan Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin, melaksanakan kunjungan kerja ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Patengan Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, baru-baru ini.

Pada kunjungannya itu, Dindin Syahidin didampingi Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi Mohammad Zumhan Agus Budiyanto, disambut Ketua KDMP Patengan Irfan dan pengurus koperasi lainnya, Miko di lokasi pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh KDMP ini.

Dindin Syahidin mengatakan, KDMP Patengan ini adalah salah satu koperasi yang merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo ini melaksanakan salah satu kegiatan usaha dalam pengelolaan sampah.

“Kegiatan usaha pengelolaan sampah yang dilakukan oleh KDMP Patengan ini memanfaatkan potensi setempat dan menjadi salah satu solusi alternatif mengenai pengelolaan sampah,” kata Dindin Syahidin saat berbincang dengan pengurus KDMP Patengan.

Kegiatan usaha pengelolaan sampah yang dilakukan koperasi ini, kata Kepala Diskop UKM Kabupaten Bandung, sebagai solusi tepat disaat sampah menjadi persoalan di Kabupaten Bandung.

“Persoalan sampah ini, salah satunya disebabkan oleh adanya pembatasan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Seusai mendengar informasi dari pengurus KDMP Patengan, Dindin Syahidin menuturkan bahwa sampah yang dikelola KDMP Patengan berasal dari sejumlah kegiatan usaha sektor pariwisata di Desa Patengan. Disebutkan ada sekitar 14 perusahaan wisata maupun lainnya yang sudah bermitra dengan KDMP Patengan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Mengingat Desa Patengan memiliki sejumlah destinasi wisata yang dikunjungi banyak wisatawan dan kunjungannya pun semakin ramai.

“Sampah yang dihasilkan di sektor pariwisata itu kemudian ditangani dan diolah oleh KDMP Patengan. Dalam proses pengelolaan sampahnya melibatkan anggota koperasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Haji “Ulangan” Dibuka, Tapi Rebutan Kuota!

Apa yang dilakukan KDMP Patengan ini wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah dengan metode jemput bola ke lokasi wisata.

“Baik sampah yang dihasilkan dari kegiatan aktivitas pariwisata maupun dari sisa sampah aktivitas di dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Desa Patengan,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan sampah di Desa Patengan sudah berjalan selama 2-3 tahun terakhir dan akhirnya dikelola serta difasilitasi oleh KDMP Patengan sebagai tindaklanjut dalam pengelolaannya.

“Ini merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang sangat baik dan memiliki keuntungan tidak hanya nilai dalam kebersihan lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomis yang berdampak positif bagi masyarakat Desa Patengan,” tuturnya.

Dindin Syahidin mengungkapkan dari pengelolaan sampah ini, menunjukkan bahwa KDMP Patengan berhasil memanfaatkan potensi lokal dari desa tersebut yang menghasilkan sebuah kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar.

“KDMP Patengan telah memperlihatkan proses pengelolaan sampah yang terkelola dengan baik dan berkontribusi dalam pengurangan sampah di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Dijelaskan Dindin Syahidin, sampah dari berbagai jenis yang merupakan sisa aktivitas masyarakat, baik dari sektor pariwisata maupun aktivitas MBG ini selanjutnya diolah.

“Sampah yang dihasilkan kemudian dipisah antara sampah kering dan sampah basah atau sampah organik dan sampan anorganik,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Dindin Syahidin, sampah tersebut diproses dan dipilah sampai menjadi produk lain yang bisa dimanfaatkan seperti pupuk kompos dari sampah organik yang menjadi pupuk percontohan bagi petani sekitar dan Recycled PET dari sampah anorganik. Recycled PET (rPET) adalah poliester daur ulang hasil pengolahan limbah plastik (terutama botol PET) yang dicuci, dicacah, dan dilelehkan kembali menjadi pelet bahan baku. @kos

Baca Berita Menarik Lainnya :