Search
Close this search box.

Dorongan Perluasan MBG Menguat, Istana Buka Peluang Anak Jalanan dan Disabilitas Masuk Program

residen Prabowo Subianto didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada media usai taklimat awal tahun Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), terkait evaluasi dan pengembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NSEWS | BOGOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus menjadi sorotan publik. Di tengah klaim keberhasilan yang tinggi, muncul dorongan agar program tersebut diperluas dan lebih inklusif dengan menyasar kelompok rentan seperti anak jalanan dan penyandang disabilitas. Istana pun merespons usulan ini dengan sikap terbuka.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, hingga saat ini sasaran utama MBG masih terbatas pada balita, peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, serta ibu menyusui. Meski demikian, pemerintah tidak menutup pintu terhadap masukan untuk pengembangan program ke depan.

“Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah MBG untuk anak jalanan dan disabilitas itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan,” ujar Prasetyo saat ditemui di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Menurut Prasetyo, pemerintah menyadari bahwa program berskala besar seperti MBG membutuhkan evaluasi berkelanjutan. Oleh karena itu, kritik dan usulan dari masyarakat dinilai penting agar tidak ada kelompok yang terlewat dari perhatian negara.

“Kami terus membuka diri. Kalau memang ada sesuatu yang kami pemerintah masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan disampaikan kepada kami dan kami akan terbuka,” katanya.

Dorongan perluasan sasaran MBG ini menguat seiring dengan pengakuan Presiden Prabowo Subianto bahwa program tersebut masih memiliki kekurangan. Meski begitu, Prabowo menilai secara keseluruhan MBG menunjukkan capaian yang sangat tinggi.

“Apakah ada kekurangan? Ada. Apakah ada penyimpangan? Pasti. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan,” kata Prabowo dalam taklimat awal tahun Kabinet Merah Putih di Hambalang.

Namun, Presiden menekankan bahwa secara statistik, MBG telah menunjukkan keberhasilan signifikan.

Baca Juga :  Dukung Penguatan Industri Logam Tanah Jarang, Rokhmat Ardiyan: untuk Masa Depan Industri Hijau Indonesia

“Kalau kita pelajari dengan objektif, statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil,” ujarnya.

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki program MBG demi mencapai standar tanpa kesalahan atau zero defect. Menurutnya, sekecil apa pun kekurangan tetap harus diatasi.

“Kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,0 sekian. Itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi,” tegasnya.

Saat ini, MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat hanya dalam satu tahun pelaksanaan. Prabowo menyebut capaian tersebut melampaui negara lain yang lebih dahulu menjalankan program serupa.

“Brasil butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Kita satu tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” kata Prabowo.

Meski menuai kritik dan skeptisisme, Presiden memastikan pemerintah tidak akan mundur. Ia menegaskan bahwa MBG merupakan program kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab harus bekerja keras menghilangkan kelaparan dan kemiskinan,” ujarnya mengutip pesan Bung Karno.

Dengan sinyal keterbukaan dari Istana, wacana perluasan MBG ke anak jalanan dan penyandang disabilitas kini menjadi catatan penting yang berpotensi mewarnai arah kebijakan program tersebut ke depan. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :