Search
Close this search box.

Tes Penentu Kopdes Dimulai, Pemerintah Tegas: Tanpa Biaya dan Tanpa Jalur Khusus!

Ilustrasi. /visi.news/ai

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Program rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih memasuki fase krusial. Pemerintah kini menggelar tes kompetensi yang berlangsung pada 3–12 Mei 2026 sebagai tahap penentu untuk menyaring ratusan ribu pelamar yang telah lolos seleksi administrasi.

Tes dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) di 72 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Tahapan ini difokuskan untuk mengukur kemampuan kognitif, analisis, serta kapasitas manajerial peserta yang akan menjadi ujung tombak pengelolaan koperasi desa.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan.

“Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apa pun, tidak ada jalur khusus, dan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan,” tegasnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Persaingan Super Ketat, Ratusan Ribu Tersaring

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang luar biasa. Sejak dibuka pada 15 April hingga ditutup pada 24 April 2026, jumlah pelamar membludak jauh di atas kuota yang tersedia.

Data resmi menunjukkan:

  • 639.732 orang mendaftar
  • 487.819 pelamar melengkapi berkas
  • 483.648 pelamar lolos seleksi administrasi

Dengan kuota hanya 30.000 posisi, persaingan menjadi sangat ketat. Artinya, hanya sebagian kecil peserta yang akan berhasil melaju hingga tahap akhir dan dinyatakan lolos.

Pemerintah bahkan menyebut rekrutmen ini sebagai salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah program berbasis desa di Indonesia.

Peran Strategis: Ujung Tombak Ekonomi Desa

Program ini bukan sekadar rekrutmen biasa. Pemerintah menempatkan manajer Kopdes Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus bagian dari strategi besar pembangunan sektor pangan nasional.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Senin 27 April 2026

Zulkifli menegaskan, para manajer nantinya akan berperan penting dalam memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan petani.

“Ini akan menjadi ujung tombak pangan masyarakat, mereka akan memotong rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani dan masyarakat,” ujarnya.

Manajer Kopdes akan bertanggung jawab terhadap:

  • Pengelolaan operasional harian koperasi
  • Pengembangan unit usaha seperti sembako dan keuangan mikro
  • Manajemen sumber daya manusia dan administrasi
  • Peningkatan partisipasi anggota koperasi
  • Kepatuhan terhadap aturan organisasi (AD/ART)

Meski memiliki peran operasional, keputusan strategis tetap berada di tangan pengurus koperasi.

Tahap Lanjutan hingga Pengumuman Akhir

Peserta yang lolos tes kompetensi tidak langsung dinyatakan diterima. Mereka masih harus melewati tahapan lanjutan pada akhir Mei 2026, yang meliputi:

  • Tes mental ideologi
  • Pemeriksaan kesehatan

Pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada 7 Juni 2026.

Peserta yang lolos akan bekerja dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara.

Selain itu, mereka juga akan menjalani pelatihan manajerial serta pelatihan dasar kemiliteran sebagai bagian dari komponen cadangan (komcad).

Dengan skala besar dan seleksi ketat, program ini dinilai sebagai investasi sumber daya manusia terbesar di tingkat desa. Pemerintah berharap, kehadiran 30.000 manajer Kopdes Merah Putih mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari akar rumput.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :