VISI.NEWS | JAKARTA – Kebakaran Gedung Cyber 1 di Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021) memakan korban dua orang meninggal. Kedua korban menurut Humas Gulkarmat DKI Jakarta, Mulat Wijayanto berinisial MRK (18) dan SF (19).
Diungkapkannya, korban meninggal usia 18 tahun di lokasi kejadian sedangkan yang satunya lagi meninggal ketika dibawa ke RSUD Mampang.
“Keduanya Korban meninggal diduga karena menghirup asap kebakaran. Jadi terlalu banyak menghirup asap di dalam ruangan,” tandasnya.
Sebelumnya, seperti dilansir dari merdeka.com, kebakaran terjadi di Gedung Cyber 1, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan diduga akibat korsleting listrik.
Sumber api diduga dari ruang server yang berada di lantai 2 Gedung Cyber 1. Sebanyak 140 personel dikerahkan ke lokasi.
“Kebakaran diduga arus pendek listrik,” kata Kasudin Penanggulangan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Herbert Pilder Lumban Gaol.
Sumber api kebakaran Gedung Cyber 1, Kuningan, Jakarta Selatan berasal dari lantai 2. Yang merupakan ruangan server.
“Lantai 2 (sumber api) ruang server. Enggak merambat asap saja,” kata Herbert di lokasi, Kamis (2/12/2021).
Dugaan kebakaran akibat arus pendek listrik. “Diduga arus pendek listrik,” tambahnya.
Sebanyak 22 unit mobil telah dikerahkan ke lokasi bersama 100 personel
Lalu, bagaimana nasib perusahaan teknologi yang menyewa kantor di sana? Seperti diketahui, banyak perusahaan teknologi yang membuka kantor di Gedung Cyber, mulai dari penyedia web hosting, perusahaan software hingga perusahaan keamanan siber.
Salah satunya perusahaan penyedia web hosting Rumahweb Indonesia. Melalui akun Twitter resminya @rumahwebtweet, perusahaan menuturkan langsung memadamkan listrik data center untuk mencegah hal yang tak diinginkan.
“Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, listrik pada data center dimatikan sehingga semua server Rumahweb yang berada di data center tersebut tidak dapat diakses,” cuit @rumahwebtweet.
Saat ini Rumahweb Indonesia mengklaim sedang berkoordinasi dengan pihak data center.
“Terkait dengan hal ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak data center. Nanti jika ada update lebih lanjut akan segera kami infokan melalui semua media sosial kami. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” sambungnya.
Terkait kejadian ini banyak pemilik situs web yang menyewa hosting Rumahweb Indonesia mengaku situs web miliknya tidak bisa diakses.
“Waduh pantesan, semoga lekas reda dan bisa diakses kembali, dan ga ada korban jiwa ya, gawat ni gedung cyber kena mulu,” cuit seorang pelanggan Rumahweb Indonesia.
“Semoga semua data aman-aman aja,” kicau yang lainnya.
“Waduhh, tolong selesaikan segera min, client saya pada nanyain nih,” timpal pengguna lain.
@mpa/merdeka.com/liputan6