VISI.NEWS | BANDUNG – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi dua porsi kacang tanah setiap hari berpotensi membantu meningkatkan kesehatan otak pada orang dewasa lanjut usia. Studi ini menambah bukti bahwa pilihan makanan sederhana dapat berkontribusi pada fungsi kognitif, khususnya di tengah meningkatnya angka penyakit Alzheimer.
Studi yang dilakukan oleh Maastricht University Medical Center di Belanda ini meneliti dampak penambahan kacang tanah dalam pola makan terhadap kesehatan otak. Penelitian melibatkan orang dewasa berusia 60 hingga 75 tahun dan membandingkan kondisi peserta sebelum dan sesudah mengonsumsi kacang tanah secara rutin.
Dalam fase uji coba, para peserta mengonsumsi dua porsi kacang tanah setiap hari. Hasilnya, pada akhir penelitian, mereka menunjukkan peningkatan fungsi pembuluh darah otak serta perbaikan kecil namun signifikan pada memori verbal. Temuan ini menunjukkan bahwa asupan kacang tanah dapat mendukung fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Penelitian ini menjadi relevan mengingat lebih dari tujuh juta warga Amerika Serikat diperkirakan hidup dengan Alzheimer pada tahun 2025, sementara hingga kini belum tersedia obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Oleh karena itu, pendekatan gaya hidup, termasuk pola makan, menjadi fokus penting dalam upaya menjaga kesehatan otak.
Para peneliti, dilansir dari Medical News Today memfokuskan studi pada kacang tanah panggang dengan kulit karena kandungan nutrisinya yang kaya. Kacang tanah mengandung protein, lemak sehat, polifenol, antioksidan, serta L-arginin, yaitu asam amino yang berperan dalam pengaturan aliran darah. Kandungan ini dinilai bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak.
Studi ini melibatkan 31 pria dan wanita sehat dengan berat badan stabil dan indeks massa tubuh dalam kisaran normal untuk usia lanjut. Peserta dengan alergi kacang, diabetes, penyakit jantung, atau kondisi medis lain yang berpotensi memengaruhi hasil penelitian tidak diikutsertakan.
Setiap peserta menjalani dua fase selama total 16 minggu, yaitu fase kontrol tanpa konsumsi kacang dan fase uji coba dengan konsumsi 60 gram kacang tanah tanpa garam setiap hari. Selama fase uji coba, peserta diminta menghindari konsumsi jenis kacang lainnya untuk memastikan hasil yang akurat.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa selama fase konsumsi kacang, aliran darah ke otak meningkat rata-rata sekitar 3,6 persen, sementara aliran darah ke materi abu-abu otak meningkat sekitar 4,5 persen. Peningkatan yang lebih besar terlihat pada area otak yang berperan dalam memori dan pengambilan keputusan, seperti lobus frontal dan temporal.
Selain itu, peserta juga mengalami peningkatan kecil pada memori verbal, dengan kemampuan mengenali satu kata lebih banyak dibandingkan fase tanpa kacang. Tekanan darah sistolik peserta pun turun rata-rata 5 mmHg, yang penting untuk menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa konsumsi kacang tanah bukanlah pengobatan untuk penurunan fungsi kognitif. Studi ini juga memiliki keterbatasan, terutama jumlah peserta yang relatif kecil. Para ahli menilai diperlukan penelitian lanjutan dengan skala lebih besar dan populasi yang lebih beragam untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak.
@uli