VISI.NEWS | SOREANG – Permasalahan yang ada di dunia pendidikan itu tidak hanya kurangnya sarana prasarana dan sebaran sekolah saja, tetapi masih banyak hal prioritas utama. Hal itu, dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Kab. Bandung Maulana Fahmi.
Rencana Bupati Bandung yang akan mendirikan 28 sekolah baru, katanya, harus memperhatikan
kualitas. Diantaranya, tentang kurikulum termasuk sumber daya manusia (SDM) guru honor atau tenaga pendidik yang juga meliputi pustakawan, penjaga sekolah.
“Soal SDM ini tidak melulu tentang peningkatan pembangunan kualitas profesional. Tapi tentang kesejahteraan tenaga pendidiknya yang adil,” jelasnya, kepada VISI.NEWS baru-baru ini.
Legislator asal PKS itu menyebutkan pada beberapa hari sebelumnya ada audiensi guru-guru honorer yang menginginkan kepastian pengangkatan upah (gaji) termasuk penjaga sekolah juga ingin adanya perhatian pemerintah berupa apresiasi seperti kenaikan insentif.
Fahmi menjelaskan disamping itu semua, pemerintah wajib memperhatikan gaya hidup, para guru honor itu.
“Karena kita termasuk masyarakat religius. Nah, seharusnya pemerintah memperhatikan pembinaan keagamaannya tidak cukup hanya di guru ngaji,” harapnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pembinaan keagamaan, kehidupan dan moralitas untuk para guru honor dan tenaga pendidikan harus segera diprioritaskan.
“Mohon maaf, bisa berpotensi kan untuk perselingkuhan karena belum sejahtera ekonominya, dan yang terjadi saat ini data di Kemenag cukup tinggi angka perceraian di Kabupaten Bandung,” bebernya.
“Jadi, kalau itu dibenahi, jangan guru ngaji saja yang ditingkatkan insentif, dan programnya,” imbuhnya.
Selain itu, ia menambahkan, himbauan-himbauan dari Bupati Bandung agar para ASN khususnya, jangan hidup berlebih-lebihan, dan bermewah-mewahan seharusnya bisa segera ditindaklanjuti oleh dinas.
“Masih sering, kita lihat orang yang kurang mampu, (warga Kabupaten Bandung) bahkan jauh dari sejahtera, masa melihat pejabatnya bermewah-mewahan maka itu harus terus diingatkan, dan jangan sampai terlalu ditonjolkan,” ucapnya.
Menurutnya, dari bidang dan profesi pekerja mana pun, kalau tidak didasari dengan iman, etika dan moral, termasuk soal kesejahteraan duniawi, lambat laun itu akan luntur, dan hancur,” pungkasnya.
@gvr