Search
Close this search box.

Gabbard Bubarkan Satgas Intelijen Kontroversial di Tengah Sorotan Politik dan Isu Pemilu AS

Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard berbicara selama konferensi pers, di Gedung Putih di Washington, DC, AS, 23 Juli 2025./source: Reuters.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG — Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Tulsi Gabbard, pada 10 Februari 2026 mengumumkan bahwa ia telah menghentikan operasional satuan tugas internal yang selama setahun terakhir menjadi pusat perdebatan politik di Washington. Keputusan itu menandai berakhirnya perjalanan Director’s Initiatives Group (DIG), tim yang awalnya dibentuk untuk mempercepat proyek prioritas tinggi namun kemudian dituding sebagai alat politik pemerintahan Presiden Donald Trump.

DIG dibentuk dengan misi yang, menurut Gabbard, bertujuan menghapus politisasi di lingkungan badan intelijen. Namun sejumlah anggota Kongres dan pengamat menilai kelompok tersebut justru menjalankan agenda partisan. Menanggapi hal itu, Gabbard menegaskan pembubaran DIG sudah sesuai rencana awal.

“Director’s Initiatives Group dibentuk sebagai upaya sementara untuk mempercepat sumber daya dalam menyelesaikan proyek-proyek prioritas tinggi dengan tenggat waktu dekat, termasuk Perintah Eksekutif Presiden,” ujar Gabbard kepada Reuters.

“Kami tetap menjalankan misi dengan memaksimalkan keahlian mereka yang sebelumnya ditugaskan sementara di DIG dengan menempatkan mereka di tim-tim lain di ODNI.”

Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) membantah pembubaran ini terkait kesalahan operasional. Juru bicara lembaga tersebut menegaskan bahwa DIG memang sejak awal tidak dirancang permanen.

Meski demikian, dua sumber yang mengetahui situasi internal menyebut sejumlah langkah kontroversial ikut memengaruhi keputusan tersebut. Salah satunya adalah dugaan bahwa DIG pernah mengaitkan seorang pekerja keamanan federal dengan kasus bom pipa di dekat kantor Partai Demokrat dan Republik menjelang kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. Tuduhan itu dibantah ODNI.

“Badan ini memiliki kewajiban hukum untuk menindaklanjuti laporan dari whistleblower, dan penasihat hukum kami terlibat dalam proses tersebut,” kata juru bicara ODNI.

Sejak awal, struktur DIG menuai perhatian Kongres karena dinilai kurang transparan. Undang-undang yang disahkan pada Desember 2025 mewajibkan Gabbard menyerahkan laporan rahasia mengenai kepemimpinan, jumlah staf, dan praktik perekrutan DIG. Tenggat waktu laporan itu terlewat, tetapi ODNI menyatakan informasi tetap akan disampaikan.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Selasa 14 April 2026

Pengumuman pembubaran ini datang di saat yang sensitif bagi Gabbard. Partai Demokrat mempertanyakan kehadirannya dalam penggerebekan FBI pada 28 Januari 2026 di sebuah arsip pemilu di negara bagian Georgia. Sebelumnya juga terungkap bahwa kantornya mengawasi penyelidikan terhadap mesin pemungutan suara di Puerto Riko pada tahun lalu.

Gedung Putih membela keterlibatan Gabbard sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pemilu nasional. Namun para pemimpin Demokrat di Kongres menilai langkah tersebut melampaui kewenangan badan intelijen.

“Saya curiga DIG melakukan perburuan penyihir terhadap petugas intelijen yang dianggap tidak loyal kepada Trump,” kata Senator Mark Warner, Demokrat senior di Komite Intelijen Senat, dalam wawancara sebelumnya.

Pendukung DIG menilai kelompok itu berkontribusi membuka dokumen terkait pembunuhan Presiden John F. Kennedy serta mempercepat pelaksanaan berbagai perintah eksekutif Trump. Namun kritik menguat ketika ODNI mengklaim keberhasilan membuka dokumen yang, menurut Gabbard, menunjukkan mantan Presiden Barack Obama memerintahkan penyusunan penilaian intelijen tentang campur tangan Rusia dalam pemilu 2016. Klaim tersebut bertentangan dengan tinjauan CIA tahun 2025, laporan bipartisan Senat tahun 2018, serta penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller. Obama telah membantah tuduhan itu.

Dengan DIG kini resmi dihentikan per 10 Februari 2026, perhatian publik dan Kongres beralih pada bagaimana ODNI akan menjalankan kembali tugas-tugasnya tanpa bayang-bayang kontroversi politik yang selama ini melekat pada satuan tugas tersebut. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :