VISI.NEWS – Debat publik terbuka antara pasangan calon (Paslon) Wali Kota Solo periode 2020-2025 yang digelar Jumat (6/11/2020) malam dan ditayangkan secara langsung lewat stasiun televisi swasta, menampilkan dua sosok paslon yang mewakili dua generasi berbeda.
Paslon nomor urut 1, Gibran Rakabuming Raka alias Gibran – Teguh yang diusung PDIP dan berusia relatif muda, mewakili generasi milenial. Sedangkan paslon nomor urut 2, Bagyo Wahyono – FX Supardjo atau Bajo, dari jalur independen, mewakili generasi tua.
Dalam menyampaikan visi misi dan menjawab pertanyaan, serta menanggapi pernyataan paslon lain, paparan Gibran-Teguh tampak dengan struktur lebih tertata dibanding Bajo. Di sisi lain, paparan Paslon Bajo sering tidak sejalan dengan pertanyaan para panelis yang disampaikan secara tertulis.
Di bagian awal paparannya, Gibran menyatakan, saat ini ada dua tantangan besar yang dihadapi Kota Solo. Tantangan pertama adalah upaya pemulihan kondisi sosial ekonomi pasca-pandemi Covid- 19 dan kedua tantangan untuk mengembalikan Kota Solo sebagai kota modern yang berbasis budaya.
“Kami, pasangan Gibran-Teguh kalau diberi amanah memimpin Kota Solo sebagai wali kota dan wakil wali kota, optimistis bisa mengatasi tantangan tersebut. Kita akan bangkit bersama pasca-pandemi Covid-19 dengan semangat gotong royong untuk membangun Kota Solo,” ujarnya.
Dalam debat publik terbuka tersebut, lima orang panelis, yaitu Dekan FISIP UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti, Kepala Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNS, Sri Hastjarjo, PhD, aktivis LSM, Ahmad Rivai, aktivis disabilitas, Pamikatsih dan pengusaha batik, Gunawan Setiawan, menyiapkan materi pertanyaan yang terbagi dalam 8 sesi.
Kedua paslon mendapatkan alokasi waktu yang sama dalam memaparkan visi misi, menyampaikan pernyataan dan menanggapi pertanyaan sehingga jalannya debat publik terbuka yang berlangsung selama 2 jam berlangsung lancar.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Nurul Sutarti, dalam pengantarnya, menyatakan, debat publik terbuka tersebut untuk memberi kesempatan kepada warga Kota Solo yang punya hak pilih untuk mengetahui visi misi Paslon Wali Kota Solo periode 2020-2025 yang akan dipilih.
“Forum debat publik terbuka ini sebagai ajang untuk meyakinkan pemilih di Kota Solo dengan memaparkan visi dan misinya,” jelasnya. @tok