VISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan jemaah haji Indonesia dengan memperketat pengawasan terhadap praktik haji nonprosedural. Di saat yang sama, pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Memasuki hari ke-20 operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, penyelenggaraan ibadah haji Indonesia secara umum berjalan lancar. Hingga Minggu (10/5/2026), tercatat sebanyak 323 kelompok terbang atau kloter dengan total 125.243 jemaah serta 1.289 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 kloter dengan 78.946 jemaah dan 816 petugas telah tiba di Makkah setelah bergerak dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak haji.
Sementara itu, proses kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport masih terus berlangsung. Hingga saat ini, tercatat 47 kloter dengan 17.861 jemaah dan 189 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 3.266 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menegaskan perlindungan jemaah dimulai dari kepatuhan terhadap aturan resmi, termasuk penggunaan visa haji yang sah.
“Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Arab Saudi memiliki komitmen yang sama bahwa ibadah haji harus dilaksanakan melalui jalur resmi. Karena itu kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji menggunakan visa selain visa haji. Selain melanggar aturan, praktik haji nonprosedural sangat berisiko terhadap keselamatan jemaah karena mereka berada di luar sistem perlindungan resmi,” tegas Ichsan di Makkah.
Menurutnya, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural bersama sejumlah lembaga terkait, termasuk Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Bareskrim Polri.
“Satgas ini dibentuk untuk melindungi masyarakat dari praktik pemberangkatan haji ilegal dan menindak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan niat suci masyarakat untuk berhaji,” ujarnya.
Selain pengawasan terhadap haji ilegal, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji. Pasalnya, suhu di Makkah dan Madinah saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
Jemaah diminta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, terutama pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, serta memaksimalkan waktu istirahat.
“Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Utamakan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik, dan segera laporkan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun,” kata Ichsan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau komorbid. Mereka diminta selalu didampingi dan aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan.
“Layanan kesehatan kami siaga 24 jam, tetapi keberhasilan menjaga kesehatan sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah sendiri. Jangan menunda melapor jika merasa tidak sehat,” lanjutnya.
Hingga saat ini, sebanyak 67 jemaah Indonesia masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah agar telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi. Hal itu karena pengambilan miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Arab Saudi sebelum bergerak ke Makkah.
“Kepatuhan kecil seperti mengenakan ihram sesuai ketentuan adalah bagian dari disiplin ibadah. Kami berharap seluruh jemaah mengikuti arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah berjalan sah, tertib, dan nyaman,” ujar Ichsan.
Di tengah proses penyelenggaraan ibadah haji, Kemenhaj turut menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga jemaah Indonesia pada Sabtu, 9 Mei 2026, yakni Rodiyah Wayan asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamariah Dul Tayib asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dan Nursidah Sinrang Sijarra asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Dengan tambahan tersebut, jumlah jemaah Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga kini tercatat sebanyak 23 orang.
“Kami mendoakan seluruh jemaah yang wafat mendapatkan husnul khatimah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” tutur Ichsan.
Menutup keterangannya, Ichsan mengajak seluruh jemaah untuk menjaga semangat ibadah dengan tetap mengutamakan keselamatan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap aturan selama berada di Tanah Suci.
“Haji bukan hanya soal sampai di Tanah Suci, tetapi bagaimana ibadah ini dijalankan dengan tertib, aman, dan bermartabat. Mari kita jaga niat, jaga kesehatan, dan bersiap menyambut puncak haji dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
@uli