VISI.NEWS|BANDUNG -Manchester United nyaris pulang dengan tangan hampa sebelum Benjamin Sesko kembali menunjukkan naluri penentunya. Gol pada menit ke-96 memaksa hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas West Ham United di London Stadium, Rabu dini hari WIB, dalam laga yang menjadi ujian berat bagi awal era kepelatihan Michael Carrick.
Alih-alih menyoroti dominasi penguasaan bola United, pertandingan ini justru memperlihatkan bagaimana tim tamu dipaksa keluar dari zona nyaman oleh organisasi permainan West Ham racikan Nuno Espirito Santo. Tuan rumah tampil disiplin, rapat, dan sabar menunggu celah dari kesalahan lawan.
Carrick mengakui timnya kesulitan menembus blok pertahanan West Ham. “Kami menguasai bola cukup lama, tapi tidak selalu tahu harus berbuat apa di sepertiga akhir. West Ham membuat ruang jadi sangat sempit dan kami dipaksa bermain melebar,” ujar Carrick seusai pertandingan.
Gol West Ham lahir pada menit ke-50, berawal dari kegagalan Manchester United membersihkan bola di area sendiri. Luke Shaw tak mampu membuang bola dengan sempurna, memberi kesempatan bagi rangkaian tekanan yang akhirnya diselesaikan Tomas Soucek. Momen itu kembali menyoroti rapuhnya detail kecil di lini belakang United.
“Gol itu mengecewakan karena datang dari situasi yang seharusnya bisa kami atasi. Di level ini, satu sentuhan yang salah bisa dihukum,” kata Carrick.
Tertinggal membuat United meningkatkan intensitas, tetapi tetap kesulitan menciptakan peluang bersih. Bruno Fernandes beberapa kali mencoba membuka ruang lewat kombinasi cepat, sementara Casemiro tampil dominan dalam duel dan bahkan sempat mencetak gol yang dianulir karena offside tipis.
Perubahan arah laga baru terasa setelah masuknya para pemain pengganti. Leny Yoro memberi stabilitas sekaligus keberanian membawa bola dari belakang, sementara Benjamin Sesko menghadirkan dimensi fisik dan ancaman langsung di kotak penalti.
Gol penyeimbang akhirnya datang di detik-detik terakhir. Umpan silang rendah Bryan Mbeumo menciptakan kemelut, dan Sesko menyambar bola dengan penyelesaian tajam yang membungkam publik tuan rumah. Striker muda itu kembali membuktikan diri sebagai spesialis gol krusial.
“Saya hanya mencoba berada di posisi yang tepat. Kami terus menekan sampai akhir karena percaya satu momen bisa datang, dan itu terjadi,” ujar Sesko.
Di balik gol dramatis tersebut, penampilan individu United menunjukkan gambaran yang campur aduk. Senne Lammens melakukan beberapa penyelamatan penting, sementara Harry Maguire cukup solid sebelum digantikan. Namun Lisandro Martinez dan Luke Shaw terlibat dalam fase yang berujung gol lawan.
Di lini tengah, Kobbie Mainoo membantu progresi bola, tetapi kurang sigap dalam momen transisi bertahan. Casemiro menjadi salah satu yang paling konsisten, sedangkan Bruno Fernandes kerap teredam padatnya lini tengah West Ham.
Di sektor serang, Amad Diallo menjalani malam sulit di bawah kawalan ketat, Matheus Cunha kurang tajam dalam pengambilan keputusan, dan Mbeumo baru memberi dampak nyata menjelang akhir laga lewat assist penyeimbang.
Hasil ini memang tidak ideal bagi Manchester United, tetapi cara mereka menyelamatkan satu poin di ujung laga memberi sedikit napas bagi Carrick. “Karakter tim terlihat saat situasi tidak berjalan baik. Kami tidak menyerah, dan itu hal yang harus kami bawa ke pertandingan berikutnya,” ucapnya.@fajar