Google Tambah Fitur Baru untuk Aplikasi Pesan

Editor :
Istimewa/via antara.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Google dilaporkan telah mulai meluncurkan pembaruan untuk aplikasi Google Messages yang dapat mempercepat pencarian pesan tertentu.
Mengutip Antara dari Phone Arena, Senin (2/11/2020), pembaruan tersebut menambahkan fitur baru yang menempatkan pesan SMS ke dalam salah satu dari lima kategori berbeda, yaitu personal, transaksi, OTP (one-time passwords), penawaran, dan banyak lagi.
Fitur ini dapat diaktifkan atau dinonaktifkan melalui penggunaan “sakelar” yang ditemukan di dalam pengaturan aplikasi Google Messages.
Jika aplikasi Google Messages telah diperbarui, pengguna akan melihat kategori berbeda tepat di bawah bilah pencarian aplikasi di bagian atas UI.
Jika tidak puas dengan kategori pesan tertentu yang telah ditetapkan, pengguna memiliki kesempatan untuk melakukannya, dan bahkan membagikan pesan tersebut dengan Google, yang akan membantu pesan serupa dikategorikan dengan benar di masa mendatang.
Google telah meningkatkan aplikasi Pesan yang memungkinkannya bekerja dengan banyak fitur yang tersedia dengan Rich Communication Services (RCS). Hal ini berarti bahwa pesan dikirim melalui jaringan data alih-alih jaringan seluler operator yang memungkinkan pesan dikirim melalui WiFi.
Pada saat yang bersamaan, pengguna kini dapat mengisi setiap pesan sebanyak 8.000 karakter, dari batas sebelumnya 160 karakter. Dan, pemilik perangkat Android akan mendapatkan tanda terima baca untuk mengonfirmasi bahwa pesan mereka memang telah dibaca.
Dilaporkan bahwa tidak semua pengguna Android menerima pembaruan tersebut, sebab pembaruan dilakukan dari sisi server.
@fen

Baca Juga :  H. Dede Yusuf: Bedas Akan Membawa Perubahan di Kabupaten Bandung

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Oknum ASN Dinas Pendidikan Terciduk Nyabu di Dalam Rumah

Sel Nov 3 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus terus mengembangkan penangkapan KD (52), ASN Dinas Pendidikan yang juga penjabat (Pj) Kepala Pekon (setingkat desa), dalam kasus penyalahgunaan sabu. Pelaku mengaku awalnya coba-coba dan sudah tiga bulan mengonsumsi barang haram yang dibelinya melalui telepon. “Baru tiga bulan ini pakai, sekali pakai […]