Search
Close this search box.

Grand Launching Tirta Eduwisata, Inovasi Edukasi Air Bersih yang Inklusif dari Kabupaten Bandung

Perumda Air Minum Tirta Raharja resmi luncurkan Program Tirta Eduwisata di K'Mount Camping Ground, Pangalengan./visi.news/Ihda Da’watul Aba.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Udara sejuk dan alam hijau khas Pangalengan menjadi saksi peluncuran resmi Program Tirta Eduwisata, sebuah inovasi edukatif dari Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung yang diresmikan langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, melalui Zoom Meeting dari Gedung Pemerintah Kabupaten Bandung, Kamis (19/6/2025).

Acara yang digelar di K’Mount Camping Ground, Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, ini tidak sekadar menjadi peluncuran program biasa. Lebih dari itu, Tirta Eduwisata menjadi momentum kolaboratif yang menghadirkan pendekatan baru dalam edukasi pengelolaan air bersih, yang berpadu erat dengan prinsip kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI).

Turut hadir secara langsung perwakilan dari Disparbud, Diskominfo, DLH, DPUTR, Disdik, serta Camat Pangalengan, menandai sinergi antarsektor dalam mendukung program ini.

WhatsApp Image 2025 06 19 at 23.41.49 jpeg
Perumda Air Minum Tirta Raharja resmi luncurkan Program Tirta Eduwisata di K’Mount Camping Ground, Pangalengan./visi.news/Ihda Da’watul Aba.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung, Kang DS sapaan akrab Dadang Supriatna, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang menyatukan edukasi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. “

Program ini bukan sekadar edukasi, tetapi merupakan gerakan membangun budaya sadar air yang inklusif dan berkelanjutan. Kami menaruh harapan besar agar Tirta Eduwisata menjadi role model edukasi lingkungan di tingkat nasional,” ujar Kang DS.

Program ini merupakan bagian dari skema Performance-Based Grant (PBG) yang didukung oleh Kemitraan Indonesia–Australia untuk Infrastruktur (KIAT) serta program GESIT (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion in Infrastructure).

Dalam pelaksanaannya, Tirta Eduwisata melibatkan Yayasan Aisyiyah dan Yayasan RUMII, yang turut memberikan pelatihan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan air minum dari hulu ke hilir.

Direktur Utama Perumda Tirta Raharja, A. Teddy Setiabudi, menegaskan bahwa Tirta Eduwisata dirancang sebagai media sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya proses pengolahan air bersih secara aman dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pesantren Go Digital! Revolusi Keuangan dari Kampus ke Koperasi

“Program ini mendapat respons positif, khususnya dari pelajar TK hingga SMA. Ini menjadi pionir eduwisata pengolahan air di Indonesia yang memperkuat literasi lingkungan sejak dini,” jelasnya.

Lebih dari itu, Tirta Eduwisata juga membuka ruang pemberdayaan bagi kelompok rentan, sebagai wujud nyata komitmen terhadap prinsip GEDSI. “Kami ingin masyarakat bukan hanya jadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem pengelolaan air yang inklusif,” tambah Teddy. @ihda

Baca Berita Menarik Lainnya :