Search
Close this search box.

Harapan Driver Ojol Menguat Usai Sorotan Potongan Tarif

Ojek online (ojol)./visi.news/instagram @bogor24update.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal potongan tarif ojek online di bawah 10 persen langsung menggema di kalangan pengemudi. Bagi para mitra driver, wacana ini bukan sekadar kebijakan, tetapi harapan baru untuk memperbaiki kesejahteraan yang selama ini dinilai tertekan oleh besaran komisi aplikator.

Dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta Pusat, Prabowo secara terbuka menunjukkan keberpihakannya kepada para pengemudi yang setiap hari bergantung pada platform digital. Pernyataan tersebut disambut sorak sorai, mencerminkan besarnya ekspektasi terhadap perubahan yang lebih adil.

“Kalian minta 10% ya? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10%. Harus di bawah 10%,” kata Prabowo disambut sorak sorai massa buruh yang hadir.

“Enak aje, lo yang keringat, dia yang dapat duit, sorry aje. Kalau nggak mau ikut kita, nggak usah berusaha di Indonesia,” tambahnya.

Di lapangan, isu potongan tarif memang menjadi salah satu keluhan utama pengemudi. Besaran komisi dinilai sangat memengaruhi pendapatan harian, terlebih di tengah persaingan dan fluktuasi jumlah penumpang. Karena itu, kebijakan baru ini dipandang sebagai peluang untuk menciptakan distribusi pendapatan yang lebih seimbang.

Respons dari pihak aplikator seperti Gojek dan Grab Indonesia menunjukkan bahwa perubahan ini juga menjadi perhatian serius bagi industri. Di satu sisi, perusahaan berkomitmen mengikuti arahan pemerintah. Di sisi lain, mereka perlu menyesuaikan model bisnis agar tetap berjalan.

“GoTo senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 27 Tahun 2026,” kata Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Hans Patuwo.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait sehingga GoTo/Gojek dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Menangkap Tujuh Tersangka Kasus Bom Molotov di Sukabumi

Sementara itu, Grab Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pengemudi dan konsumen.

“Grab Indonesia menghormati arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Hari Buruh hari ini. Sebagai mitra jangka panjang dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, kami tetap berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Neneng dalam keterangannya.

“Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk berupaya mengimplementasikan perubahan ini, guna memastikan kebijakan tersebut dapat mencapai tujuannya dalam melindungi Mitra Pengemudi, sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen dan keberlanjutan industri,” ucapnya.

Bagi para pengemudi, kebijakan ini bukan hanya soal angka persentase, tetapi tentang pengakuan atas kerja keras mereka. Jika terealisasi, langkah ini diharapkan mampu memperkuat rasa keadilan sekaligus meningkatkan kualitas hidup jutaan mitra driver di Indonesia. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :