Search
Close this search box.

GTKHNK Siap Bersinergis dengan PGRI dan Membuka Tangan Bagi Forum Guru Lainnya

Ketua Umum GTKHNK 35 plus, Indra Gunawan, bersama Ketua PGRI Kab. Bandung, H. Adang Safaat, dan pengurus lainnya./visi.news/ki agus.

Bagikan :

VISI.NEWS – Perjuangan memang membutuhkan waktu untuk bisa meraihnya, dan kesabaran serta doa yang dimohonkan kepada Alloh SWT akhirnya bisa terwujud setelah melakukan koordinasi dengan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung, H. Adang Safaat yang menyatakan kesiapannya untuk mewadahi guru honor.

Seperti dikatakan Ketua Umum Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) usia 35 plus, Indra Gunawan, semua amggota siap bersinergis. Dan akan memberikan yang terbaik bagi anak bangsa untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Kami berharap bisa bekerja sama dengan semua forum yang ada untuk bersama~sama berkiprah dalam memberikan pelayanan pendidikan,” katanya melalui telepon seluler, Senin (15/3/2021).

Dengan bersatu padu meski berbeda nama, Indra menambahkan, tidak akan mempengaruhi kinerja dalam mengabdikan diri memberikan pelayanan pendidikan. Karena prioritas harapan bagi semua pihak itu adanya pengakuan bukan keegoisan yang bisa meretakkan tali kebersamaan.

Indra siap bersinergis dengan PGRI, bahkan mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan guna memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Tidak perlu terjadi intervensi lebih baik saling sambut dan mengisi satu sama lain.

Selama semua bertujuan untuk pengabdian melalui pendidikan, lanjut dia, maka semua sama mempunyai tugas dan kewajiban untuk mencerdaskan bangsa. Dan itu harus diimplementasikan melalui kinerja serta harmonisasi antar pihak.

“Satu tihang penyangga tidak akan ada keseimbangan meskipun harus dipaksakan, tapi bila semua tihang dijadikan penyangga secara hakiki, maka akan terbina komunikasi yang harmonis. Sehingga setiap beban dan kendala yang akan dihadapi bisa dirasakan ringan karena kita saling berbagi,” ujar dia.

Dia mengharapkan dalam pelaksanaannya nanti, tidak terjadi gesekan, saling sikut, atau merasa tersaingi. Untuk itu marilah semua untuk berfikir, bahwa kita semua guru honor, mempunyai tanggung jawab dan kewajiban yang sama.

Baca Juga :  Sinergi Polres dan BKSDA Jaga Alam Banggai

Solusi dari perbedaan itu, dia mengemukakan, yaitu saling memahami dan saling mengerti. Sebab tugas yang disandangnya itu sama, mengabdi melalui penyelenggaraan pendidikan.

Indra menyatakan kesiapannya menerima semua forum guru honor lainnya dengan tangan terbuka, untuk duduk bersama mencari solusi terbaik mengenai nasib guru honor di Kabupaten Bandung.

“Karena kebersamaan yang dibarengi rasa saling mendukung merupakan kunci untuk mencapai harapan dan cita~cita kita,” pungkas dia. @qia.

Baca Berita Menarik Lainnya :