VISI.NEWS | MELBOURNE – Seorang siswa Muslim merasa trauma di sekolahnya di Melbourne, Australia, ketika gurunya memaksa kelasnya untuk menonton video yang menghina Nabi Muhammad.
Selain itu sang guru itu juga berulang-ulang mengatakan “bahwa Muslim membunuh orang yang menggambar kartun ini.”
Sara Ammar, seorang siswa Australia kelas 11 Pakistan mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) apa yang dia alami di kelas pada hari itu ketika gurunya memaksa mereka untuk menonton gambar yang menghina Nabi Muhammad.
Ammar, 16, mengatakan bahwa ketika dia memasuki kelas media pada 14 Oktober, dia mengira kelas akan berjalan seperti biasa, tetapi pada jam kedua, kursus berubah.
“Guru saya mengajar pelajaran dulu. Kemudian dia memproyeksikan kartun ini di layar dan berkata, ‘Ini Nabi Muhammad,'” kata Ammar.
Dia mengungkapkan bahwa dia terganggu dengan melihat gambar-gambar menghina yang diterbitkan di majalah Charlie Hebdo.
Ammar mengatakan bahwa dia ingin meninggalkan kelas, tetapi gurunya membiarkan permintaan ini tidak dijawab.
“(Guru saya) terus mengatakan bahwa Muslim membunuh orang yang menggambar kartun ini. Dia membicarakannya sepanjang waktu. Saya tidak bisa tinggal di kelas.”
Ammar mengatakan bahwa ada beberapa siswa Muslim lain di kelasnya selain dirinya sendiri. Menekankan bahwa siswa lain juga tidak bisa berkata apa-apa terhadap perilaku guru, gadis muda itu berkata:
“Guru masih mengatakan bahwa orang yang tidak bersalah dibunuh oleh Muslim. Ini sangat tidak sopan,” tutur Amar. @fen/dailysabah.com