VISI.NEWS — Guru Honorer ASN P3K menaruh harapan kepada Bupati Bandung terpilih, H. Dadang Supriatna (Kang DS), untuk bisa memperhatikan dan melakukan perubahan demi nasib guru honor. Dengan harapan untuk kedepannya nasib Guru Honorer bisa sejahtera dan mendapatkan haknya sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pernyataan penuh harapan itu dikatakan Tokoh P3K, Toto Ruhiyat, yang juga Guru PAI di SDN Bojongkoneng Soreang, karena melalui perubahan signifikan seperti yang diungkapkan Kang DS, ada kemungkinan nasib guru honorer akan bisa hidup layak dan mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi program kerja Kang DS mengenai kesejahteraan guru honorer bisa terealisasikan dengan segera,” katanya di Disdik Kab. Bandung, Selasa (2/2/2021)
Toto mengakui, saat ini semua guru honorer ASN P3K, bisa dikatakan merasa “Reugreug” setelah pihak Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan pemanggilan untuk menandatangani kontrak kerja selama 5 tahun.
Jumlah guru honorer yang terdata untuk menanda tangani kontrak, lanjut dia, mencapai 701 orang. Sementara hari ini, hanya 301 orang saja dengan alasan untuk menghindari kerumunan orang dan dilakukan pemanggilan secara bertahap.
Sebetulnya jumlah guru honorer di Kabupaten Bandung itu, jelas Toto, cukup banyak. Karena ketidak lengkapan persyaratan administrasi sehingga dinyatakan tidak lulus. Untuk itu dia sangat berharap kepada Kang DS untuk bisa memberikan solusi terbaik guru honorer.
“Kami saat ini bisa disebutkan cukup ‘Reugreug’ dengan penanda tangan kontrak kerja selama 5 tahun di tahap pertama ini, semoga saja yang lainnya bisa segera menyusul kami dan segera menanda tangani kontrak kerja,” ujar dia.
Jadi setelah tahap pertama, tambah dia, segera ada tahap kedua untuk rekan-rekan guru honor yang belum lulus. Dan semoga bisa segera mendapatkan haknya dan pengakuan dari pemerintah.@qia.