Harga Beras Mahal, Dianjurkan Makan Sagu Tapi Potensinya Tak Dikembangkan

Editor Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan./via dpr.go.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan merespons pernyataan Menteri Pertanian soal harga beras yang terus meroket dan malah menganjurkan masyarakat makan sagu sebagai substitusi dari konsumsi beras.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya menganjurkan substitusi pangan pokok seperti beras untuk pindah ke sagu karena urusan beras ini sensitif dan menyangkut kebiasaan konsumsi turun -temurun.

Politisi Fraksi PKS ini menegaskan bahwa seorang menteri Pertanian bertanggung jawab penuh untuk membela kepentingan petani dalam urusan kegiatan pertanian.

“Harusnya ada kebijakan yang membela kepentingan petani agar situasi terus meroketnya harga beras juga berdampak memberi keuntungan kepada petani, namun yang terjadi malah sebaliknya, petani kita tidak menikmati kenaikan harga beras dan hal ini harusnya tugas menteri untuk memperjuangkan nasib petani yang terus terpuruk akibat sistem yang tidak membela petani,” cetus Johan dalam rilis medianya, Jumat (7/10/2022), seperti dilansir laman Parlementaria.

Johan juga menilai potensi sagu di tanah air belum dikembangkan dengan baik padahal kebutuhan terhadap sagu juga terus meningkat setiap tahun.

“Jadi ini tantangan Kementan ya untuk menjadikan sagu bisa mendukung program pangan alternatif dengan mengembangkan potensi lokal agar menjadi kekuatan pangan lokal, yang tentunya tidak bisa secara tiba-tiba mampu mensubstitusi posisi beras sebagai pangan pokok strategis di tanah air,” ujar Johan.

Wakil rakyat dari dapil NTB 1 ini berharap pemerintah lebih serius mengelola pasar besar di tanah air sebab menurut Johan, pasar beras adalah pasar yang sensitif terhadap perubahan termasuk ancaman krisis pangan global menjadi faktor pendorong fluktuasi harga beras.

“Karena itu saya minta pemerintah segera memperkuat koordinasi dan segera menanggalkan ego sektoral untuk menjaga kestabilan harga beras dan tidak sepenuhnya menyerahkan kepada mekanisme pasar,” harap Johan.

Baca Juga :  MU Berangus Brenford 3-0 Ronaldo Cetak Gol Lagi

Legislator Senayan ini meminta Menteri Pertanian untuk bekerja lebih kuat terutama menjaga manajemen stok beras dan distribusi beras dari daerah surplus ke daerah minus.

“Saya mengingatkan pemerintah agar gejolak harga beras ini jangan sampai berkepanjangan karena akan berpengaruh pada terganggunya stabilitas nasional, jangan hanya terpaku pada stok yang cukup namun gagal menjaga stabilitas harga akan berdampak pada kondisi masyarakat yang semakin terpuruk,” demikian tutup Johan Rosihan. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wawasan Empat Pilar Kebangsaan, Ahmad : Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara Itu Penting

Ming Okt 9 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Fraksi Golkar Ahmad Hidayat menyebutkan,Empat Pilar Kebangsaan sebagai upaya penguatan akan kesadaran berbangsa dan bernegara bisadiimplementasikan dan dilaksanakan dilingkungan masyarakat. Saat ini, masyarakat dituntut untuk bersama–sama bahu–membahu silih membantu dan bekerjsamadalam mengejar ketertinggalan pembangunan ekonomi akibat pandemi Covid–19 yang masihmengkhawatirkan […]