VISI NEWS | KOTA BANDUNG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung pada Senin (27/10/2025) siang menyebabkan banjir di 11 titik wilayah kota. Beberapa ruas jalan terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter, mengakibatkan kemacetan di sejumlah lokasi.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menjelaskan bahwa banjir kali ini disebabkan oleh luapan Sungai Citarip dan Cibuntu, serta saluran drainase yang tersumbat sampah.
“Penyebabnya akibat luapan sungai Citarip, Cibuntu, sumbatan pada tali-tali air, dan daya tampung drainase tidak maksimal akibat tersumbat sampah,” ujar Rizki dikutip dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).
Ia menyebut, titik banjir meliputi Jalan Kopo Citarip, Terusan Pasir Koja, Cibuntu, Peta, Cibaduyut, Ibrahim Adjie, Ahmad Yani, Laswi, SDN Ciateul, Gudang Utara, dan Sudirman.
“Penyebab lainnya karena intensitas air tinggi sehingga meluap ke jalan, air tidak tertampung,” tambahnya.
Untuk penanganan, DSDABM telah menerjunkan petugas dari UPT Tegallega, UPT Karees, UPT Cibeunying, dan UPT Bojonegara untuk membantu mengatasi genangan di lapangan.
Warga Jalan Peta, Agus Kusnadi (38), mengatakan bahwa banjir di wilayahnya sering terjadi setiap hujan deras, karena limpasan air dari utara tidak tertampung akibat saluran drainase yang dangkal.
“Sering terjadi kalau hujannya gede dari kota pasti airnya lari ke sini, ketinggian air 30–70 sentimeter. Untuk mengatasi banjir, saluran airnya perlu diperdalam,” kata Agus.
Warga lainnya, Kuswandi (55), menuturkan bahwa banjir di kawasan tersebut sudah bertahun-tahun tak tertangani dengan baik, padahal pada tahun 2000-an wilayah itu tidak pernah banjir.
“Pengen sungai dikeruk terus drainase yang tersumbat (sampah) dibersihkan karena penyebabnya pasti dari sana, air jadi meluap ke sini,” ujar Kuswandi. @kanesa